Senin, 22 Maret 2010

Asuhan Keperawatan Malaria Tropika

Pengertian
Malaria tropika disebut juga dengan malaria palsifarum, yaitu jenis malaria yang disebabkan oleh plasmodium palsifarum.

Pengkajian Keperawatan
a. Data Subjektif
1) Gejala klinis
(1). Demam
(2). Menggigil
(3) Slenomegali (pembesaran lien)
(4). Anemia
(5) Ikterus
(6) Hepatomegali
2). Keluhan
(1) Panas
(2) Menggigil
(3) Pusing
(4) Mual
(5) Nafsu makan menurun
(6) Lemah
(7) Kadang disertai diare
(8) Muntah


b. Data Objektif
(1) Pemeriksaan Diagnostik:
a) Pemeriksaan darah tepi (DDR) plasmodium falsiparum positif (+)
b) Pemeriksaan Hb terjadi penurunan nilai normal.
c) Pemeriksaan fungsi hati SGOT/SGPT, Urobilin dan Bilirubin (jika terdapat tanda komplikasi hepar)
d) Pemeriksaan fungsi ginjal: BUN Kreatinin
e) Pemeriksaan fungsi saraf: tingkat kesadaran dengan menggunakan skala GCS. Hal ini dilakukan jika terjadi komplikasi cerebral malaria.

(2) Komplikasi
a) Gangguan otak berupa penurunan tingkat kesadaran :
(a) delirium
(b) disorientasi
(c) stupor
(b) koma
(e) kejang
(f) tanda neurologist fokal
b). Saluran gastrointestinal
(a) muntah
(b) diarae hebat
(c) perdarahan
(d) malabsorbsi
c). Komplikasi ginjal
(a) nekrosis tubular akut
(b) hemoglobinuria
(c) gagal ginjal akut
d) Hati
(a) Ikterik
(b) billous remitten fever
(c) billous remitent fever:
e) Paru
(a) Edema paru
f) Komplikasi lain
(a) anemia
(b) malaria hiperpireksis
(c) hipoglikemia
(d) demam kencing hitam (black water fever)


Diagnosis Keperawatan
Berdasarkan pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan yang mungkin terjadi pada malaria tropika, yaitu (Nanda, 2006), yaitu:

a. Hipertermi
Definisi
Peningkatan suhu tubuh di atas normal.

Karakteristik
1) peningkatan suhu tubuh di atas normal
2) gemetar
3) kejang
4) kulit kemerahan
5) peningkatan frekuensi pernafasan
6) takikardi
7) hangat

Faktor yang berhubungan
1) invasive plasmodium falsiparum.

Rumusan Diagnosis Keperawatan
Hipertermi berhubungan dengan invasive plasmodium falsiparum ditandai dengan
DS: Melaprkan panas
DO: 1) peningkatan suhu tubuh di atas nomal, 2) gemetar, 3 kejang, 4) kulit kemerahan, 5) peningkatan frekuensi pernafasan (FP), 6) takikardia, 7) hangat (kulit teraba panas)

b. Kekurangan volume cairan

Definisi
Penurunan cairan intravaskular, intestinal, dan atau intraseluler. Hal ini berhubungan dengan dehidrasi, kekurangan cairan tanpa kekurangan sodium.

Karakteristik

1) Kelelahan
2) Turgor kulit berkurang/Lidah kering
3) Peningkatan irama N, TD,
4) Perubahan Volume N
5) Penurunan pengisian vena (capiler revil)
6) Perubahan status mental
7) Penurunan urin output
8) Peningkatan konsentrasi urin
9) Peningkatan suhu tubuh
10) Peningkatan hematokrit
11) Penurunan BB mendadak


Rumusan Diagnois Keperawatan
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan hipertermia, muntah dan diare sekunder terhadap malaria tropika (invasive plasmodium palsifarum) ditandai dengan:
DS: Melaporkan rasa haus, panas, lemah, diare, muntah
DO: 1) lemah, 2) peningkatan suhu tubuh di atas normal, 3) turgor kulit berkurang, 4) mukosa lendir mulut kering, 5)peningkatan irama nadi (frekuensi jantung/FJ), 6) perubahan volume nadi, 7) penurunan capiler revil, 8) perubahan status mental, 9) penurunan urin output, 10) peningkatan konsentrasi urin, 11) peningkatn hematokrit, penurunan BB secara mendadak, 12) asidosis metabolik.




c.Gangguan Mobilitas Fisik
Definisi
Ketebatasan dalam ketergantungan, secara pisik bertujuan menggerakkan badan salah satu atau lebih anggota ekstremitas.

Karakteristik

1) Ketidakstabilan postur tubuh selama melakukan aktifitas sehari – hari
2) Keterbatasan kemampuan untuk membentuk ketrampilan gerak
3) Keterbatasan kemampuan untuk membentuk ketrampilan gerak
4) Tidak terkoordinasi/pergerakan tersendat
5) Keterbatasan melakukan pergerakan
6) Sulit kembali
7) Perubahan gaya berjalan (contoh: berjalan lambat, sulit mengenal gaya berjalan, langkah pendek, menyeret kaki, posisi lengan lateral berlebihan)
8) Kurang bereaksi terhadap waktu
9) Bergerak disertai sesak napas
10) Menggunakan susbstansi dalam bergerak (contoh: meningkat perhataian terhadap aktivitas orang lain
11) Pergerakan lambat
12) Bergerak disertai tremor

Faktor yang berhubungan

1).Kelemahan secara umum
2) Penuurunan tingkat kesadaran

Rumusan Diagnosis Keperawatan
Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan secara umum dan penurunan tingkat kesadaran ditandai dengan
DS: melaporkan lemah, 2) bingung, 3) tidak sadar
DO: 1) lemah, 2) delirium, 3) suporo coma, 4) coma, 5) GCS abnormal, 6) tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari (makan, minum, toileting, berpakaian, menyisir rambut), 7) sulit bergerak sendiri (bergerak dengan dibantu), 8) berjalan lambat, 9) bingung, 10) sesak nafas bila bergerak.


d. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Definisi
Kekurangan pemasukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme

Karakteristik

1) BB 20% kurang dari BB ideal
2) Melaporkan intake makanan kurang dari kebutuhan sehari-hari
3) Konjungtiva dan mukosa membran pucat
4) Kelemahan otot menelan/pengunyah
5) Peradangan pada tenggorokan
6) Terdapat tanda-tanda kurang makan
7) Tidak mampu mencerna makanan
8) Kehilangan BB dengan intake nutrisi yang tetap adekuat
9) Nyeri/kaku pada perut dengan atau tanpa kelaianan patologi
10) Pasien melaporkan kehilangan sensasi merasakan makanan
11) Peningkatan/hiperaktif suara peristaltik usus
12) Tidak tertarik terhadap makanan
13) Diare atau steatorhea
14) Kurang informasi/mis informasi tentang nutrisi
15) Perubahan pada rambut

Faktor Yang Berhubungan
1) Penurunan tingkat kesadaran
2) Malabsorbsi sekunder terhadap malaria tropika
3) Anoreksia


Rumusan Diagnosis Keperawatan
Ketidakseimabngan nutrisi kurng dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran, malabsorbsi, dan anoreksia sekunder terhadap malaria tropika ditandai dengan
DS:1) Melaporkan tidak ada nafsu makan, 2) berat badan menuruan
DO:1) BB 20% kurang dari BB ideal, 2) konjungtiva dan mukosa membran pucat, 3) mual, 4) tidak mau makan, 5) tidak mampu mencerna makanan, 6) peningkatan/hiperaktif suara peristaltik usus, 7) bingung, 8) delirium, 9) suporo coma, 10)coma, 11) GCS abnormal.


e.Nyeri akut
Definisi
Perasaan tidak menyenangkan dan pengalaman emosional timbul dari kerusakan jaringan aktual atau potensial atau menjelaskan tentang beberapa kerusakan. Terjadi secara mendadak atau lambat pada berbagai intensitas dari ringan sampai berat dengan antisipasi atau prediksi akhir dan lamanya kurang dari enam bulan.

Karakteristik

1) Melaporkan secara verbal atau dengan kode
2) Riwayat nyeri
3) Posisi menahan sakit (antalgig position)
4) Menunjukkan isyarat perlindungan
5) Posisi penjagaan
6) Kedok wajah
7) Gangguan tidur ( mata sayu, nampak menggigit, tergopoh – gopoh, meringis)
8) Berpusat pada diri sendiri
9) Pemusatan sempit (gangguan persepsi waktu, gangguan proses berfikir, menolak interaksi dengan orang dan lingkungan/menyendiri)
10) Perilaku kacau
( contoh: benci dengan orang, dan atau aktivitas, mengulangi aktivitas)
11. Respon autonomi (contoh: berkeringat banyak, perubahan tekanan darah, respirasi, nadi delatasi pupil)
11) Perubahan autonomik tekanan otot (mulai dari lemes sampai kaku)
12) Menunjukkan perilaku (sulit istirahat, merintih, menangis, waspada, lekas
marah, berkeluh – kesah)
13) Perubahan selera makan dan makan.


Faktor Yang Berhubungan
Invasisf plasmodium palsifarum

Rumusan diagnosis Keperawatan
Nyeri akut berhubungan dengan invasive plasmodium falsiparum ditandai dengan
DS : melaporkan nyeri (seperti sakit kepala, sakit pada tulang-tulang, sakit perut)
DO: 1) ekspresi wajah meringis, 2) managis, 3) menjerit, 4) menahan sakit, 5) tidak bisa tidur, 6) gelisah, 7) tidak mau diganggu (menolak berintegaksi dengan orang lain), 8) cepat marah, 9) banyak keringat, 10) perubahan tanada vital (TD, FP/N, FP (RR), TD), 11) lemah, 12) penurunan kekuatan otot, 13) malas makan

f. Kelemahan
Definisi
Persepsi tindakan seseorang tidak akan sesuai dengan hasil, kurang dapat mengontrol situasi yang terjadi berlebihan atau kejadian mendadak.

Karakteristik

Rendah
1) Peningkatan energi tidak
sesuai
2) Pasif
Sedang
1) Tidak berpartisipasi pada perawatan atau mengambil keputusan saat diberi kesempatan
2) Benci, marah, bersalah
3) Segan mengekspresikan bebenaran
4) Pasif
5) Tergantung dengan orang lain yang mungkin mengakibatkan kemarahan
6) Takut berpisah dari yang merawat
7) Tidak puas dan frustrasi
8) Interaksi interpersonal
9) Gaya hidup tak terpenuhi
10) Ragu – ragu mengekspresikan peran
11) Tidak memonitor kemajuan
12) Tidakmempertahan kan perawatan diri ketika terjadi perubahan
13) Tidak mampu memperoleh informasi perawa Berat
14) Tidak dapat mengontrol perawatan diri atau pengaruh rangsangan aatau pengaruh yang akan datang
15) Apatis
16) Depresi yang memparah pisik yang merupakan komplikasi pasien


Faktor yang berhubungan
1). Penurunan tingakt kesadaran sekunder terhadap invasif plasmodium palsifarum

g. Kurang perawatan diri: mandi
Definisi
Tidak mampu mandi/memelihara kebersihan diri sendiri.

Karakteristik
(1) Tidak mampu:
(1) Membasuh tubuh atau bagian tubuh
(2) Mendapat sumber air
(3) Mengatur temperatur atau mengalirkan air
(4) Mendapatkan perlengkapan mandi
(5) Mengeringkan badan
(6) Masuk atau keluar kamar mandi

Faktor Yang Berhubungan

1) Kelemahan
2) Penurunan tingkat kesadaran

h. Kurang perawatan diri berpakaian
Definisi
Ketidakmampuan untuk melakukan atau selesai berpakaian/bergaun sendiri.
Karakteristik

1) Tidak mampu untuk

1. Memakai atau mengambil pakaian ganti
2. Berpakian yang sesuai
3. Menggnti pakian


2) Tidak mampu untuk

1. Memakai pakian bagian atas
2. Memakai pakian bagian bawah
3. Memilih pakaian
4. Menggunakan alat bantu
5. Memasang resleting
6. Mengganti pakaian
7. Memakai kaus kaki
8. Merapikan pakaian
9. Mengambil pakaian
10. Memakai sepat



Faktor Yang Berhubungan
1) Nyeri
2) Gangguan kognitif
3) Kelemahan atau kecapekan
4) Gangguan neuromuskular

i. Kurang perawatan diri: makan
Definisi
Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan kegiatan makan.

Karakteristik
1) Tidakmampu untuk

(1) Menyentuh makanan
(2) Mempersipkan makanan untuk dimakan
(3) Mengambil peralatan makan
(4) Mengunyah makanan
(5) Menggunakan alat bantu
(6) Meletakkan makanan ke dalam alat makan
(7) Membuka lemari
(8) Menelan makanan dengan cara aman
(9) Mengatur makanan di dalam mulut
(10) Memasukkan makananan ke dalam mulut
(11) Menghabiskan makanan
(12) Menelan makanan yang dihidangkan pada acara tertentu
(13) Mengambil mangkuk atau gelas
(14) Menelan makanan yang cukup



Faktor Yang Berhubungan

1) Kelemahan atau kelelah
2) Kerusakan neuromuskular
3) Nyeri
4) Gangguan persepsi atau gangguan kognitif
5) Perasaan tidak enak


j. Kurang perawatan diri: toileting
Definisi
Ketidakmampuan melakukan kegiatan toileting.
Karakteristik
1) Tidak mampu untuk

(1) Mencapai toilet atau pot
(2) Duduk di atas toilet atau pot
(3) Mengatur pakian untuk toileting
(4) Cebok
(5) Menyiram toilet atau pot

2)Kerusakan neuromuskular
3)Nyeri
4)Gangguan persepsi atau gangguan kognitif


Faktor Yang Berhubungan
1) Kelemahan atau kelelahan
2) Kerusakan neuromuskular
3) Nyeri
4) Gangguan persepsi atau gangguan kognitif
5) Perasaan tidak enak

k.Ketidakefekrifan perfusi jaringan (ginjal, Serebral, kardiopulmonal, Gastrointestinal. Perifer)
Definisi
Penurunan oksigen yang disebabakan oleh kegagalan pemberian zat makanan ke jaringan kapiler

Karakteristik

1) Ginjal
(1) Perubahan tekanan darah dari batas normal
(2) Hematuri
(3) Oliguri dan anuri
(4) Peningkatan nilai BUN/ Creatinin

2) Gastrointestinal
(1) Hipo/Hiperperistaltik
(2) Mual
(3) Distensi abdomen
(4) Nyeri perut atau perasaan tidak nyaman di perut
(5) Muntah
(6) Diare

3) Perifer
(1) Edema
(2) Himan’s sign positif
(3) Perubahan karakteristik kulit (rambut, kuku, kelembaban)
(4)Lemah atau nadi lemah
(6)Perubahan warna kulit
(7)Perubahan temperatur kulit
(8)Rasa tidak nayaman
(4) Claudation
(1)Perubahan tekanan darah pada ekstremitas
(2)Sianosis
(3)Penyembuhan lambat
(4)Nadi arteri tak teraba
(5) Pucat, warna kulit sulit kembali secara normal pada kaki bagian bawah

5)Serebral
(1) Berbicara tidak normal
(2) Perubahan reaksi pupil
(3) Kelemahan ekstremitas atau paralysis
(4) Gangguan status mental
(5) Sulit mengenal
(6) Perubahan respon motorik
(7) Perubahan perilaku

5) Kardiopulmonal
(1) Perubahan respirasi rate dari batas normal normal
(2) Pemakaian otot pernapasan
(3) Pengembalian pembuluh darah kapiler > 3 detik
(4) Analisa gas darah (AGD) tidak normal
(7) Nyeri dada
(6) Merasa terbebani/ tertekan
(8) Bronkospas-me
(9) Dispneu
(10) Aritmia
(11) Ngorok
(12) Retrasi dada



Faktor Yang Berhubungan

1) Hipovolemnia
2) Hipervolemia
3) Perubahan aliran darah, arteri
4) Perubahan tingkat kesadaran
5) Perubahan aliran darah, vena
6) Penurunan mekanik aliran darah vena dan atau arteri
7) Gabungan antara ventilasi dengan aliran darah
8) Keracunan enzim
9) Gangguan afinitas hemoglobin terhadap oksigen


Rumusan Diagnosis Keperawatan
1) Ketidakefektifan perfusi jaringan ginjal berhubungan dengan hipovolemia




4. Intervensi Keperawatan
Dx Keperawatan: Hipertermi
Tujuan: Suhu badan dalam batas normal
1. Lakukan kompres dingin di daerah ketiak dan lipatan paha
2. Berikan minum yang mengandung gula
3. Kolaborasi pemasangan infus sesuai yang dianjurkan (misalnya dekstrose 10%, RL)
4. Kolaborasi pemberian antipiretik sesuai yang dianjurkan
5. Observasi: suhu tubuh, frekuensi pernapasan.
6. Kolaborasi pemeriksaan fungsi ginjal, saraf dan fungsi hati
7. Kolaborasi pemberian terapi malaria sesuai yang dianjurkan (kloroqiun, kina, fansidar , kinin antipirin, Hidrpkinin dll)
8. Kolaborasi terapi untuk komplikasi jika ada sesuai anjuran.


Evaluasi

1. Melaporkan tidak panas dan tanda serta gejala malaria hilang.


Diagnosis Keperawatan: Kekurangan volume cairan
Tujuan : Hidrodinamik teratasi
Intervensi:

1. Monitor tanda-tanda kekurangan volume cairan (turgor kulit, urin output, rasa haus, mukosa membran mulut kering, mata cekung, ubun-ubun cekung pada bayi, perubahan tanda vital)
2. Monitor berat badan setiap hari, masukan dan haluaran, BJ urin.
3. Monitor CVP (jika diindikasikan), tanda vital, tekanan darah ortostik, irama jantung untuk mendeteksi hipovolemia



Evaluasi

1. Tanda-tanda dehidrasi tidak nampak.
2. Pemeriksaan Fungsi ginjal normal.
3. Tanda-tanda vital normal.



Diagnosis keperawatan: Gangguan Mobilitas Fisik
Tujuan : Meningkatkan kemandirian pasien

1. Bantu pasien melakukan aktivitas.
2. Ubah pisisi pasien setiap dua jam untu mencegah dekubitus
3. Lakukan perawatan kulit pasien
4. Libatkan keluarga untuk membantu pasien mobilisasi.
5. Jaga keamanan pasien
6. Jangan meninggalkan pasien sendirian
7. Pasang pagar tempat tidur pasien
8. lakukan restrain jika pasien mengalami gangguan kesadaran.
9. Kolaborasi pemberian terapi sesuai anjuran
10. Monitor tingkat kesadaran pasien


Evaluasi

1. Pasien dapat beraktivitas tanpa mengalami cidera.


Diagnosis keperawatan: Nyeri akut
Tujuan : Nyeri terkontrol

1. Kolaborasi pemberian analgetik untuk menghilangkan nyeri.
2. Istirahatkan pasien untuk menghilangkan nyeri.
3. Beritahu pasien untuk mengatur posisi agar nyeri hilang selama 2-3 hari.
4. Monitor TD pasien .
5. Monitor muntah akibat nyeri hebat.


Evaluasi:

1. Tanda vital stabil.
2. Pasien dapat istirahat.



Diagnosis Keperawatan: Kelemahan
Tujuan : meningkatkan tenaga

1. Bantu pasien melakukan kegiatan sehari-hari
2. Kolaborasi pemberian vitamin sesuai anjuran
3. Anjurkan pasien mengontrol kemampuan untuk beraktivitas.
4. Monitor tanda vital.


Evaluasi

1. Pasien beraktivitas tanpa perubahan tanda-tanda vital yang mencolok.
2. Pasien patuh pada regimen terapi.


Diagnosis keperawatan: kurang perawatan diri mandi, berpakaian, makan dan toileting
Tujuan : Perawatan diri terpenuhi

1. Bantu dan libatkan keluarga untuk memandikan pasien
2. Bantu pasien mempersiapkan air mandi dan peralatan mandi: sabun, waslap, handuk.
3. Amati kulit kliean saat mandi untuk menemukan kelainan kulit.
4. Bantu pasien berpakaian
5. Bantu pasien toileting
6. Bantu perawatan diri: rambut, menyikat gigi, perawatn kuku, dan genitalia.


Evaluasi

1. Pasien dan keluarga berpartisipasi dalam perawatan pasien.
2. Kebutuhan perawatan diri terpenuhi.


Diagnosis Keperawatan: Ketidakefekrifan perfusi jaringan (ginjal, Serebral, kardiopulmonal, Gastrointestinal. Perifer)
Tujuan : meningkatkan perfusi jaringan (ginjal, Serebral, kardiopulmonal, Gastrointestinal. Perifer)

1. Kaji fungsi ginjal: kolaborasi pemeriksaan BUN, BJ urin, hematokrit.
2. Kaji fungsi hati: SGOT/SGPT, Urobilin, Bilirubin
3. Kaji fungsi jantung
4. Kaji Fungsi serebral: CT Scan, pemeriksaan tikgakt kesadaran: GCS), refleks, memori.
5. Kolaborasi pemberian cairan sesuai anjuran
6. Kolaborasi pemberian terapi untuk memperbaiki perfusi jaringan serebral, kardiopulmonal, gastrointestinal, ginjal dan jaringan perifer.
7. Kolaborasi pemberian oksigen sesuai anjuran.
8. Pantau tanda-tanda penurunan curah jantung: akral dingin, pucat, perubahan tanda vital.
9. Monitor tanda-tanda gagal ginjal: anuri, asotonia, sesak napas, abnormal laboratorium, penuruanan tingkat kesadaran.
10. Monitor tanda-tanda kerusakan hati: ikterus, hepatomegali, abnormal nilai laboratorium


Evaluasi

1. Fungsi ginjal tidak terganggu yang ditunjukkan dengan tanda-tanda penurunan fungsi ginjal tidak ada.
2. Fungsi serebral tidak terganngu yang ditunjukkan dengan kesadaran stabil.
3. Fungsi gastrointestinal tidak terganggu yang ditunjukkan dengan perbaikan hasil pemeriksaan SGOT/SGPT dan raiologi.
4. Perbaikan fungsi kardiopulmonal yang ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan Ekg dan Foto Dada baik.

Tidak ada komentar: