Kamis, 07 Januari 2010

Kurikulum Keperawatan

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa ”Kurikulum Program Pendidikan Diploma III Keperawatan” telah selesai disempurnakan. Kurikulum ini merupakan revisi dari Kurikulum Nasional Program D-III Keperawatan yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor. 239/U/1999 tanggal 4 Oktober 1999. Revisi kurikulum ini dilakukan dalam rangka melaksanakan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

Pendidikan Diploma III Keperawatan merupakan salah satu pendidikan tinggi Keperawatan yang mempunyai tujuan menghasilkan tenaga Perawat Profesional Pemula dengan sebutan Ahli Madya Keperawatan. Untuk melaksanakan proses pendidikan sangat diperlukan kurikulum sebagai pedoman dan arah dalam interaksi mahasiswa dengan seluruh sumber-sumber belajar sehingga dapat dicapai kualitas lulusan yang handal.

Diharapkan kurikulum ini dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa, dosen serta pengelola institusi pendidikan dalam menyelenggarakan seluruh kegiatan pendidikan di institusi Pendidikan Diploma III Keperawatan yang sesuai dengan peran dan fungsi serta kompetensi yang ditetapkan.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada tim revisi kurikulum dan kami tetap mengharapkan masukan-masukan dari semua pihak pengguna kurikulum agar dimasa depan kualitas pendidikan Diploma III Keperawatan dapat ditingkatkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan masyarakat baik pada tingkat Nasional maupun Internasional.

Jakarta, April 2006.
An. Menteri Kesehatan RI
Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan

Dr. Muharso, SKM
NIP. 140 086 117

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii

BAB I : PENDAHULUAN ................................................................................ 1
BAB II : KERANGKA KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN DIPLOMA III
KEPERAWATAN
A. Visi........................... ..........................................................................4
B. Misi.....................................................................................................4
C. Falsafah...............................................................................................4
D. Tujuan ................................................................................................7
E. Kerangka Pengorganisasian Kurikulum.............................................7

BAB III : PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PROFESIONAL PEMULA...........9

BAB IV : KOMPETENSI D III KEPERAWATAN................................................13

BAB V : PENGELOMPOKAN MATA KULIAH DAN STRUKTUR PROGRAM
A. Pengelompokan Mata Kuliah................................................. .. 22
B. Struktur Program........ ............................................................ 24

BAB VI : GARIS BESAR MATA KULIAH................................................... 28

BAB VII : PEDOMAN IMPLEMENTASI...................................................... 121

BAB IIX : PENUTUP ................................................................................. 125






BAB I
PENDAHULUAN


Berdasarkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa untuk mewujudkan derajat Kesehatan yang optimal bagi masyarakat diadakan upaya kesehatan mencakup upaya peningkatan kesehatan
( promotif ), pencegahan penyakit ( preventif ), penyembuhan penyakit ( Kuratif ) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif ) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan dan dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat yang didukung oleh sumber daya kesehatan termasuk tenaga kesehatan.

Tenaga Kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangannya, salah satu diantaranya adalah Perawat Profesional Pemula yang kompeten dihasilkan melalui proses pendidikan di institusi pendidikan Diploma III Keperawatan yang diharapkan dapat berperan serta dalam memandirikan dan menggerakkan masyarakat untuk mencapai hidup sehat.

Penyelenggaraan pendidikan pada program Pendidikan Diploma IIII Keperawatan mempergunakan kurikulum Nasional Program Diploma III Keperawatan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Keputusan No : 239/ U/ 1999 tanggal 4 Oktober 1999. Kurikulum Nasional disusun berlandaskan pada Visi, Misi dari Pendidikan Diploma III Keperawatan, Falsafah Keperawatan yang mencakup konsep manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan serta berorientasi pada kaidah – kaidah pendidikan tinggi nasional, organisasi kurikulum yang mengarahkan jalannya program pendidikan, tujuan program pendidikan dan tujuan institusi.

Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/ U / 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dan dengan adanya tuntutan kebutuhan masyarakat pengguna lulusan dan kecenderungan era globalisasi maka perlu diadakan revisi kurikulum Nasional Pendidikan Diploma III Keperawatan terutama pada pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan pengelompokan Mata Kuliah berdasarkan lima (5) pilar pembelajaran.

Dalam melakukan revisi kurikulum dilaksanakan berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengguna lulusan, mempergunakan berbagai sumber acuan yaitu Famework Standar Kompetensi International Council of Nurses (ICN), Standar Kompetensi Perawat Indonesia yang dikembangkan oleh PPNI dan hasil penerapan Sister School Program (SSP ) Keperawatan serta berbagai nara sumber pada tatanan pelayanan kesehatan dan dari Departemen Pendidikan Nasional .

Diharapkan revisi kurikulum ini dapat menyempurnakan kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan dan dijabarkan kedalam kurikulum inti dan kurikulum institusional serta rancangan pembelajaran untuk mencapai kompentensi yang diharapkan dan tergambar pada struktur program tiap semester sehingga berdampak pada strategi pembelajaran, jumlah dan kualifikasi dosen, fasilitas dan sarana prasarana yang diperlukan dalam pengelolaan pembelajaran.

PENGERTIAN
Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu (Kepmendiknas 045/U/2002)
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi (Kepmendiknas 232/U/2000)
Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah kurikulum yang dikembangkan berdasarkan pada kemampuan atau tindakan cerdas penuh tanggung jawab dari profesi tertentu dalam melaksanakan tugasnya di tempat kerja( Standar Kompetensi)

Empat Pilar(The Four Pillars of UNESCO) yang mendasari Kepmendiknas no 232/U/2000 adalah seseorang yang kompeten harus dapat memenuhi persyaratan :
1. Landasan kemampuan pengembangan kepribadian,
2. Kemampuan penguasaan ilmu dan keterampilan ( know how and know why ), dan kemampuan berkarya ( know to do)
3. Kemampuan mensikapi dan berperilaku dalam berkarya sehingga dapat mandiri, menilai dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab(To be).
4. Dapat hidup bermasyarakat dengan bekerjasama, saling menghormati dan menghargai nilai-nilai pluralisme, dan kedamaian (to live together)





BAB II
KERANGKA KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN
DIPLOMA III KEPERAWATAN


A. VISI
Menghasilkan tenaga keperawatan profesional pemula yang kompeten dan mampu bersaing secara nasional dan internasional

B. MISI
Mempersiapkan perawat profesional pemula yang kompeten secara intelektual dan tanggung jawab sosial dan bersahabat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan/keperawatan bagi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

C. FALSAFAH
Keperawatan meyakini bahwa manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang – undang Dasar 1945. Bertolak dari pandangan ini disusun paradigma keperawatan yang terdiri atas empat konsep dasar yaitu Manusia, lingkungan, kesehatan dan keperawatan seperti yang diuraikan dibawah ini:

1. Manusia.
Manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai pribadi yang utuh dan unik, mempunyai aspek bio- psiko-sosio-kultural-spiritual. Manusia sebagai sistem terbuka yang selalu berinteraksi dan berespon terhadap lingkungan, mempunyai kemampuan untuk mempertahankan integritas diri melalui mekanisme adaptasi.
Dalam kehidupan manusia mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi termasuk kebutuhan pengakuan harkat dan martabat untuk mencapai keseimbangan sesuai dengan tahap tumbuh kembang.
Manusia Indonesia adalah manusia yang beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, merupakan sumber daya pembangunan yang berhak memiliki kemampuan untuk hidup sehat guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
Disamping itu manusia Indonesia adalah manusia yang memiliki berbagai kultur yang bersifat unik dan memiliki berbagai keyakinan tentang sehat sehingga akan memberikan respon yang berbeda – beda terhadap upaya pemenuhan kebutuhan dasarnya secara mandiri baik dalam kondisi sehat maupun sakit.

2. Kesehatan.
Kesehatan adalah kondisi dinamis manusia dalam rentang sehat sakit yang merupakan hasil interaksi dengan lingkungan.
Sehat merupakan keadaan seimbang bio-psiko-sosio-spiritual yang dinamis yang memungkinkan individu untuk menyesuaikan diri sehingga dapat berfungsi secara optimal guna memenuhi kebutuhan dasar melalui aktifitas hidup sehari – hari sesuai dengan tingkat tumbuh dan kembangnya.
Sehat sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum adalah hak dan tanggung jawab setiap individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita – cita bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Sakit merupakan keadaan yang tidak seimbang antara bio-psiko-sosio-spiritual manusia sebagai respon tubuh dalam berinteraksi dengan lingkungan, baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Respon ini menyebabkan terganggunya individu untuk berfungsi optimal dalam pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan tingkat tumbuh kembang. Respon yang tidak adekuat terhadap lingkungan dapat disebabkan oleh karena ketidaktahuan, ketidakmauan dan ketidakmampuan. Kondisi manusia dalam rentang sehat sakit merupakan bidang pelayanan keperawatan.

3. Lingkungan.
Lingkungan adalah faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia baik faktor dari dalam diri ( internal ) maupun dari luar ( eksternal ).

Lingkungan internal meliputi aspek – aspek genetika.struktur dan fungsi tubuh dan psikologis. Sedangkan lingkungan eksternal meliputi lingkungan sekitar manusia baik lingkungan fisik,biologik,sosial,kultural dan spiritual.
Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya tentang sehat sakit, cara – cara memelihara dan mempertahankan kesehatan serta menanggulangi penyakit.
Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkungannya dan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan. Oleh karena itu diperlukan kemampuan untuk merespon secara adaptif terhadap pengaruh lingkungan agar dapat mempertahankan derajat kesehatannya.
Ketidakmampuan manusia merespon terhadap pengaruh lingkungan internal maupun eksternal, akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau pergeseran status kesehatan dalam rentang sehat sakit.

4. Keperawatan
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga kelompok dan masyarakat, baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari – hari secara mandiri.

Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada pasien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Asuhan keperawatan dilaksanakan menggunakan metodologi pemecahan masalah melalui pendekatan proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, dilandasi etik dan etika keperawatan dalam lingkup wewenang serta tanggung jawabnya.
Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional melalui kerjasama dengan pasien baik individu, keluarga, kelompok/komunitas dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup dan tanggung jawabnya.
Bantuan keperawatan diberikan agar indvidu, keluarga, kelompok dan komunitas dapat mandiri dalam memelihara kesehatannya sehingga mampu berfungsi secara optimal. Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional bersifat humanistik terintegrasi didalam pelayanan kesehatan, dapat bersifat dependen, independen dan interdependen serta dilaksanakan dengan berorientasi kepada kebutuhan objektif pasien. Perawat sebagai tenaga profesional pemula mempunyai kemampuan baik intelektual, teknikal, interpersonal dan moral ,bertanggungjawab dalam melaksanakan pelayanan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangan dan aturan yang berlaku.

D. TUJUAN
Menghasilkan perawat profesional pemula yang kompeten dalam :
1. Memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangannya
2. Menerapkan prinsip manajemen asuhan keperawatan
3. Berperanserta dalam penelitian keperawatan dan menggunakan hasil penelitian dalam asuhan keperawatan
4. Mengembangkan kemampuan profesional secara terus menerus

E. KERANGKA PENGORGANISASIAN KURIKULUM DIPLOMA III
KEPERAWATAN
Kerangka kurikulum Diploma III Keperawatan menerapkan konsep Model KSVME yaitu Knowledge, Skills, Values, Meaning, and Experiences (Webber, P,B, 2002 dalam Keating, S.B, 2006). Pengetahuan Keperawatan (Nursing Knowledge) adalah kumpulan, organisasi, dinamika saintifik dan informasi fenomenologikal yang digunakan untuk mengidentifikasi, menghubungkan, memahami, menjelaskan, memprediksi, mempengaruhi/ mengontrol fenomena keperawatan. Keterampilan (Skills) adalah kegiatan-kegiatan yang meliputi domain kognitif dan psikomotor yang mengoperasionalkan pengetahuan keperawatan, makna-makna, dan pengalaman. Nilai (Values) adalah kumpulan keyakinan-keyakinan, atribut, ide-ide, yang menetapkan ikatan moral benar atau salah dalam berfikir, menilai, bersikap,karakter, dan perilaku yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan sepanjang hidup. Makna (Meaning) adalah konteks, tujuan dari bahasa. Pengalaman Keperawatan (Nursing Experience) adalah proses yang aktif dan unik dalam menetapkan, “refining”, dan proses berubah. Kerangka kerja ini harus dianalisis adakah hubungannya dengan misi dan falsafah kependidikan keperawatan meliputi kegiatan pembelajaran, penelitian, sikap etis profesional dalam rangka mempersiapkan perawat yang kompeten dan bersahabat dan mampu memberikan asuhan keperawatan kepada pasien.



BAB III
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PROFESIONAL PEMULA

Program pendidikan Diploma III Keperawatan di Indonesia merupakan pendidikan yang menghasilkan perawat profesional pemula yang mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut :
1. Melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, khususnya pelayanan dan/ atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas berdasarkan kaidah – kaidah keperawatan mencakup :
1.1. Menerapkan konsep, teori dan prinsip ilmu humaniora, ilmu alam dasar, biomedik, kesehatan masyarakat dan ilmu keperawatan dalam melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakat.
1.2. Melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan secara tuntas melalui pengkajian keperawatan, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, implementasi dan evaluasi, baik bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif kepada Klien/Pasien yang mempunyai masalah keperawatan dasar sesuai batas kewenangan, tanggung jawab, dan kemampuannya serta berlandaskan etika profesi keperawatan.
1.3. Mendokumentasikan asuhan keperawatan secara sistematis dan memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
1.4. Bekerjasama dengan anggota tenaga kesehatan lain dan berbagai bidang terkait dalam menerapkan prinsip manejemen, menyelesaikan masalah kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan dan asuhan keperawatan.
1.5. Melaksanakan sistem rujukan keperawatan dan kesehatan.

2. Menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan :
2.1. Menerapkan teori menejemen dan kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi setempat dalam mengelola asuhan keperawatan.
2.2. Melakukan perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam mengelola asuhan keperawatan.
2.3. Bertindak sebagai pemimpin baik formal maupun informal untuk meningkatkan motivasi dan kinerja dari anggota – anggota tim kesehatan dalam mengelola asuhan keperawatan.
2.4. Menggunakan berbagai strategi perubahan yang diperlukan untuk mengelola asuhan keperawatan.
2.5. Menjadi role model profesional dalam mengelola pelayanan/ asuhan keperawatan.

3. Berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan/ asuhan keperawatan.
3.1. Mengidentifikasi masalah kesehatan maupun keperawatan berdasarkan gejala yang ditemukan dalam lingkungan kerjanya sebagai informasi yang relevan untuk kepentingan penelitian.
3.2. Menggunakan hasil – hasil penelitian dan IPTEK kesehatan terutama keperawatan dalam pelayanan keperawatan sesuai standard praktek keperawatan melalui program jaminan mutu yang berkesinambungan.
3.3. Menetapkan prinsip dan teknik penalaran yang tepat dalam berfikir secara logis dan kritis.

4. Berperan secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat.
4.1. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pengajaran dan pelatihan dalam bidang keperawatan
4.2. Menetapkan prinsip pendidikan untuk meningkatkan kemandirian pasien, peningkatan kemampuan dalam pemeliharaan kesehatannya.
4.3. Menganalisa berbagai ilmu pengetahuan keperawatan dasar dan klinik dalam memberikan pendidikan kepada pasien.



5. Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesional.
5.1. Menerapkan konsep – konsep profesional dalam melaksanakan kegiatan
keperawatan.
5.2. Melaksanakan kegiatan keperawatan dengan menggunakan pendekatan ilmiah.
5.3. Berperan sebagai pembaharu dalam setiap kegiatan keperawatan di berbagai tatanan pelayanan keperawatan/ kesehatan.
5.4. Mengikuti perkembangan dan menerapkan IPTEK secara terus menerus melalui kegiatan yang menunjang.
5.5. Berperan serta secara aktif dalam setiap kegiatan ilmiah yang relevan dengan keperawatan.

6. Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan profesinya.
6.1. Melaksanakan tugas profesi keperawatan mengacu kepada kode etik keperawatan mencakup komunikasi, hubungan perawat dengan Klien/Pasien, perawat dengan perawat, perawat dengan profesi lain.
6.2. Mentaati peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.
6.3. Bertindak serasi dengan budaya masyarakat dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.
6.4. Berperan serta secara aktif dalam pengembangan organisasi profesi.
6.5. Mengembangkan komunitas professional keperawatan.

7. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif , produktif, terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi kemasa depan, sesuai dengan perannya.
7.1. Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat dibidang kesehatan.
7.2. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan keperawatan dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia.
7.3. Memilih dan menapis perubahan yang ada untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
7.4. Memberi masukan pada berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah tentang aspek yang terkait dengan keperawatan dan kesehatan.



BAB IV
KOMPETENSI D-III KEPERAWATAN


NO.
KOMPETENSI
SUB. KOMPETENSI

1 Menerapkan konsep dan prinsip etika keperawatan, komunikasi dalam praktek keperawatan profesional 1.1. Menghomati hak Pasien
1.2. Memperhatikan nilai/norma budaya dan agama
1.3. Menjalankan peraturan, kebijakan dan perundang undangan yang berlaku dalam melaksanakan paktek keperawatan
1.4. Menjaga citra keperawatan profesional dalam memberi pelayanan keperawatan
1.5. Bertindak sebagai ’role model’ bagi pasien
1.6. Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan tindakan profesional
1.7. Menjalankan komunikasi terapetik dalam praktek keperawatan
1.8. Berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia
2. Menerapkan pendekatan proses keperawatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan berpikir kritis
2.1.Melaksanakan pengkajian keperawatan
2.2.Merumuskan diagnosa keperawatan
2.3. Merencanakan tindakan keperawatan
2.4. Melaksanakan tindakan keperawatan
2.5. Melaksanakan evaluasi keperawatan
2.6. Melaksanakan dokumentasi keperawatan

3. Mengkonsultasikan penanganan pasien terhadap tim kesehatan lain
3.1. Mengkaji kebutuhan untuk konsultasi dan sumber yang diperlukan
3.2. Menentukan sasaran konsultasi sesuai masalah
3.3. Melaksanakan konsultasi pada tim kesehatan lain
4. Melaksanakan tindakan pengobatan sebagai hasil kolaborasi 4.1. Melaksanakan pemberian obat oral.
4.2. Melaksanakan pemberian obat IM
4.3. Melaksanakan pemberian obat IV
4.4. Melaksanakan pemberian obat SC
4.5. Melaksanakan pemberian obat IC
4.6. Melaksanakan pemberian obat topikal
4.7. Melaksanakan pemberian obat supositoria
4.8. Melaksanakan pemberian obat sub lingual

5. Melaksanakan tindakan diagnostik dan tindakan khusus sebagai hasil kolaborasi 5.1. Menyiapkan spesimen pemeriksaan
5.2. Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik
5.3. Melakukan perawatan pada pasien dengan tindakan diagnostik

6. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen 6.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen
6.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan oksigen
6.3. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen
6.4. Mengatur posisi tidur pasien
6.5. Memberikan oksigen melalui nasal kanul dan masker
6.6. Melatih Pasien napas dalam
6.7. Melatih Pasien batuk efektif
6.8. Melakukan pengisapan lendir
6.9. Melakukan postural drainage dan fisioterapi dada
6.10. Melakukan inhalasi
6.11. Melakukan perawatan WSD
6.12. Melakuan perawatan tracheostomi.
6.13. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen
6.14. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen

7. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit dan darah 7.1. Melakukan pengkajian keperawatan
pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit dan darah
7.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan,elektrolit dan darah
7.3. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit dan darah
7.4. Memberikan cairan peroral
7.5. Menilai keseimbangan cairan
7.6. Melaksanakan tindakan kolaboratif dalam pemberian cairan parenteral dan darah
7.7. Melaksaanakan monitoring pemberian cairan parenteral dan darah
7.8. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan cairan, elektrolit dan darah
7.9. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit dan darah
8. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 8.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
8.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
8.3. Membuat perencanaan keperawatan
pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
8.4. Memberikan makan peroral
8.5. Memasang NGT
8.6. Memberikan makan melalui NGT
8.7. Melaksanakan tindakan kolaboratif dalam
pemberian nutrisi parenteral dan enteral
8.8. Menilai kecukupan nutrisi
8.9. Melaksanakan evaluasi asuhan pasien dengan
gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
8.10. Melaksanakan dokumentasi asuhan pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi

9. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal 9.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal
9.2.Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fekal
9.3. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien
dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi
urin dan fecal
9.4. Membantu eliminasi urin dan fecal
9.5. Melaksanakan tindakan kolaboratif pemasangan kateterisasi urin
9.6. Melakukan bladder training
9.7. Melakukan bowel training
9.8. Melaksanakan gliserin spuit
9.9. Melakukan perawatan ostomi
9.10. Melakukan evakuasi fecal
9.11.Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan
pada pasien dengan gangguan pemenuhan
kebutuhan eliminasi urin dan fecal
9.12.Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan
pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal
10. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman 10.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman
10.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman
10.3. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman
10.4. Melaksanaka tindakan pemeliharaaan
personal hygiene.
10.5. Melakukan kompres panas dan dingin
10.6. Melakukan pengelolaan nyeri
10.7. Melaksanakan tindakan pencegahan dan
pengendalian infeksi
10.8. Melaksanakan perawatan luka
10.9. Melaksanakan prosedur keperawatan di ruang isolasi
10.10.Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman
10.11. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman
11. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan transportasi 11.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan
transportasi
11.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan transportasi
11.3. Membuat perencanaan keperawatan
pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan
transportasi
11.4. Memindahkan dan transportasi pasien
11.5. Melatih pasien dengan alat bantu jalan
11.6. Mengatur berbagai posisi pasien
11.7. Melakukan latihan ROM aktif dan pasif
11.8. Melakukan perawatan pasien dengan immobilisasi
11.9. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan
pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan
transportasi
11.10. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan
pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan transportasi
12. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan istirahat dan tidur
12.1. Melaksanakan pengkajian pasien dengan gangguan istirahat dan tidur
12.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan istirahat dan tidur
12.3. Membuat perencanaan pasien dengan gangguan istirahat dan tidur
12.4. Melaksanakan tindakan ritual tidur
12.5. Memfasiitasi kebutuhan istirahat dan tidur
12.6. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan istirahat dan tidur
12.7. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pasien dengan gangguan istirahat dan tidur



13. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien terminal 13.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
pasien terminal
13.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien terminal
13.3. Membuat perencanaan keperawatan
pasien terminal
13.4. Melaksanakan bimbingan dan konseling
13.5. Melaksanakan perawatan lanjutan di rumah
13.6. Melaksanakan kan evaluasi asuhan keperawatan
pasien terminal
13.7. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan
pasien terminal

14. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien menjelang ajal 14.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
pasien menjelang ajal
14.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien menjelang ajal
14.3. Membuat perencanaan keperawatan
pasien menjelang ajal
14.4. Melaksanakan bimbingan spiritual pada
pasien dan keluarga
14.5. Merawat jenazah
14.6. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan
pasien menjelang ajal
14.7. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan
pasien menjelang ajal

15. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien pre dan post operasi 15.1. Melakukan pengkajian keperawatan
pasien pre dan post operasi
15.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien pre dan post operasi
15.3. Membuat perencanaan keperawatan
pasien pre dan post operasi
15.4. Melakukan pendidikan kesehatan tindakan operatif
15.5. Melaksanakan tindakan kolaboratif persiapan operasi
15.6. Melakukan monitoring post operasi
15.7. Melakukan pengangkatan jahitan
15.8. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan
pasien pre dan post operasi
15.9. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan
pasien pre dan post operasi

16. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien gawat darurat 16.1. Melaksanakan pengkajian Airway, Breathing,
Circulation (ABC)
16.2. Membebaskan jalan napas
16.3. Memberikan pernapasan buatan
16.4. Melaksanakan Resusitasi Jantung Paru
16.5. Merawat pasien tidak sadar
16.6. Menghentikan perdarahan
16.7. Melakukan bilas lambung.
16.8. Mengeluarkan benda asing pada saluran pernapasan atas
16.9. Melaksanakan evaluasi tindakan pada pasien gawat darurat
16.10. Melaksanakan dokumentasi tindakan pada pasien gawat darurat
17. Melaksanakan asuhan keperawatan pada
anak sehat 17.1. Melakukan pengkajian keperawatan
pada anak sehat
17.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada anak sehat
17.3. Membuat perencanaan keperawatan
pada anak sehat
17.4. Melakukan tindakan kolaboratif dalam pemberian imunisasi.
17.5. Pendidikan kesehatan pada anak sehat
17.6. Melaksanakan bimbingan antisipasi (anticipatory guidance).
17.7. Melaksanakan evaluasi keperawatan pada
anak sehat
17.8..Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan
pada anak sehat.

18. Melaksanakan asuhan keperawatan pada anak sakit 18.1. Melakukan pengkajian keperawatan
pada anak sakit
18.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada anak sakit
18.3. Membuat perencanaan keperawatan
pada anak sakit
18.4. Pendidikan kesehatan pada anak sakit
18.5. Melaksanakan program bermain
18.6. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada
anak sakit
18.7..Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada anak sakit.

19. Melaksanakan asuhan keperawatan pada bayi resiko tinggi 19.1. Melakukan pengkajian keperawatan
pada bayi resiko tinggi
19.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada bayi resiko tinggi
19.3. Membuat perencanaan keperawatan
pada bayi resiko tinggi
19.4. Melaksanakan perawatan bayi dengan fototerapi
19.5. Melaksanakan pencegahan infeksi silang
19.6. Melaksanakan evaluasi keperawatan pada
Bayi resiko tinggi
19.7..Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada bayi resiko tinggi
20. Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu hamil normal dan komplikasi
20.1. Melaksanakan pengkajian pada ibu hamil normal
dan komplikasi.
20.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada ibu hamil normal dan komplikasi
20.3. Merencanakan asuhan keperawatan pada ibu
hamil normal dan komplikasi.
20.4. Melaksanakan pendidikan kesehatan pada ibu hamil
normal dan komplikasi.
20.5. Melaksanakan program terapi pada ibu hamil normal
dan komplikasi sebagai hasil kolaborasi.
20.6. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada
ibu hamil normal dan komplikasi.
20.7. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada ibu hamil normal dan komplikasi

21 Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu intranatal dan bayi baru lahir
21.1. Melaksanakan pengkajian pada ibu intranatal dan bayi baru lahir.
21.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada ibu intranatal dan bayi baru lahir.
21.3. Merencanakan asuhan keperawatan pada ibu intra
natal dan bayi baru lahir.
21.4. Melaksanakan managemen nyeri persalinan
21.5. Melaksanakan pertolongan persalinan.
21.6. Melaksanakan perawatan bayi baru lahir
21.7. Melaksanakan kontak dini.
21.8. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada
ibu intranatal dan bayi baru lahir.
21.9. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada ibu intranatal dan bayi baru lahir.

22 Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu postpartum normal dan komplikasi. 22.1. Melaksanakan pengkajian pada ibu postpartum normal dan komplikasi.
22.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada ibu postpartum normal dan komplikasi
22.3. Merencanakan asuhan keperawatan pada ibu
postpartum normal dan komplikasi.
22.4. Melaksanakan pemantauan involusi.
22.5. Melasanakan pendidikan kesehatan pada ibu
postpartum normal dan komplikasi.
22.6. Melaksanakan program terapi pada ibu postpartum
normal dan komplikasi sebagai hasil kolaborasi.
22.7. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada
ibu postpartum normal dan komplikasi.
22.8. Melakukan dokumentasi asuhan keperawatan pada
ibu postpartum normal dan komplikasi.
23 Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah kesehatan reproduksi.
23.1. Melaksanakan pengkajian pada pasien dengan masalah kesehatan reproduksi
23.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan masalah kesehatan reproduksi
23.3. Merencanakan asuhan keperawatan pada pada pasien dengan masalah kesehatan reproduksi
23.4. Melaksanakan pelayanan KB.
23.5. Melaksanakan pendidikan kesehatan pada pasien dengan masalah kesehatan reproduksi
23.6. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah kesehatan reproduksi
23.7. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah kesehatan reproduksi

24 Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien
masalah psikososial
24.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien
masalah psikososial
24.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien
masalah psikososial
24.3. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien masalah psikososial
24.4. Melaksanakan menejemen stress.
24.5. Melaksanakan psikoterapi supportif
24.6. Melaksanakan pendidikan kesehatan
24.7. Melaksanakan tindakan kolaboratif
24.8. Melaksanakan evaluasi keperawatan pasien masalah psikososial
24.9. Melaksanakan dokumentasi keperawatan pasien masalah psikososial

25 Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien
gangguan kesehatan jiwa 25.1. Melakukan pengkajian keperawatan pada pasien gangguan kesehatan jiwa
25.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien gangguan kesehatan jiwa
25.3. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien gangguan kesehatan jiwa
25.4. Melaksanakan terapi modalitas.
25.5. Melakukan tindakan kolaboratif
25.6. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien gangguan kesehatan jiwa
25.7. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien gangguan kesehatan jiwa

26.






Melaksanakan asuhan keperawatan komunitas









26.1. Melakukan pengkajian keperawatan komunitas
26.2. Merumuskan diagnosa keperawatan komunitas
26.3. Membuat perencanaan keperawatan komunitas
26.4. Melakukan promosi kesehatan
26.5. Memberdayakan komunitas.
26.6. Berkolaborasi dengan lintas sektor
26.7. Melaksanakan rujukan kesehatan
26.8. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan
komunitas
26.9. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan
Komunitas.
27 Melaksanakan asuhan keperawatan pada kelompok khusus( Anak sekolah, pekerja, lansia)

27.1. Melaksanakan pengkajian keperawatan terhadap kelompok khusus
27.2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada kelompok khusus
27.3. Merencanakan asuhan keperawatan untuk kelompok khusus
27.4. Melaksanakan pendidikan kesehatan pada kelompok khusus
27.5. Melaksanakan kolaborasi dalam pelaksanaan skrining kesehatan
27. 6. Memberikan bantuan ADL pada kelompok
lansia.
27.7. Membantu latihan kognitif pada lansia
27.8. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan
pada kelompok khusus.
27.9. Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan pada kelompok khusus.

28 Melaksanakan asuhan keperawatan pada keluarga 28.1. Melakukan pengkajian keperawatan keluarga
28.2. Merumuskan diagnosa keperawatan keluarga
28.3. Membuat perencanaan asuhan keperawatan keluarga
28.4. Melakukan pendidikan kesehatan pada keluarga
28.5. Memberdayakan keluarga
28.6. Melakukan tindakan keperawatan klinis secara
langsung pada keluarga
28.7. Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan keluarga.
28.8.Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga

29. Berperan serta dalam penelitian dan pengembangan keperawatan 29.1 Mengidentifikasi masalah penelitian
29.2 Mengembangkan proposal penelitian
29.3. Menerapkan bukti-bukti ilmiah dalam praktik keperawatan




BAB V
PENGELOMPOKAN MATA KULIAH DAN STRUKTUR PROGRAM


A. Pengelompokan Mata Kuliah

NO KODE MK MK Pengembangan dan Kepribadian (MPK) BOBOT SKS T P K
1 WAT 1.01 Agama 2 1 1 -
2 WAT 1.02 Kewarganegaraan 2 2 - -
3 WAT 1.03 Bahasa Indonesia 2 1 1 -
Jumlah 6 4 2 -

NO KODE MK MK Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) BOBOT SKS T P K
1 WAT 2.01 Anatomi Fisiologi 2 1 1 -
2 WAT 2.02 Fisika dan Biologi 2 1 1 -
3 WAT 2.03 Psikologi 2 1 1 -
4 WAT 2.04 Ilmu Gizi 2 2 - -
5 WAT 2.05 Mikrobiologi & Parasitologi 2 1 1 -
6 WAT 2.06 Farmakologi 2 1 1 -
7 WAT 2.07 Biokimia 2 1 1 -
8 WAT 2.08 Patologi 2 1 1 -
Jumlah 16 9 7 -

NO KODE MK MK Keahlian Berkarya (MKB) BOBOT SKS T P K
1 WAT 3.01 Keperawatan Medikal Bedah I 4 2 2 -
2 WAT 3.02 Keperawatan Jiwa I 4 2 2 -
3 WAT 3.03 Keperawatan Anak I 4 2 2 -
4 WAT 3.04 Keperawatan Maternitas I 4 2 2 -
5 WAT 3.05 Keperawatan Medikal Bedah II 3 - - 3
6 WAT 3.06 Keperawatan Jiwa II 2 - - 2
7 WAT 3.07 Keperawatan Anak II 2 - - 2
8 WAT 3.08 Keperawatan Maternitas II 2 - - 2
9 WAT 3.09 Keperawatan Medikal Bedah III 4 2 2 -
10 WAT 3.10 Keperawatan Komunitas I 3 2 1 -
11 WAT 3.11 Keperawatan Keluarga 2 1 - 1
12 WAT 3.12 Keperawatan Gerontik 2 1 - 1
13 WAT 3.13 Keperawatan Medikal Bedah IV 3 - - 3
14 WAT 3.14 Keperawatan Komunitas II 3 - - 3
15 WAT 3.15 Keperawatan Kegawatdaruratan 2 1 - 1
Jumlah 44 15 11 18
NO KODE MK MK Perilaku Berkarya (MPB) BOBOT SKS T P K
1 WAT 4.01 Konsep Dasar Keperawatan (KDK) 2 1 1 -
2 WAT 4.02 Kebutuhan Dasar Manusia I 4 2 2 -
3 WAT 4.03 Kebutuhan Dasar Manusia II 4 2 2 -
4 WAT 4.04 Etika Keperawatan 2 1 1 -
5 WAT 4.05 Keperawatan Profesional 2 1 1 -
6 WAT 4.06 Komunikasi dalam Keperawatan 2 1 1 -
7 WAT 4.07 Riset Keperawatan 2 1 1 -
8 WAT 4.08 Promosi Kesehatan 2 1 1 -
9 WAT 4.09 Dokumentasi Keperawatan 2 1 1 -
Jumlah 22 11 11 -

NO KODE MK MK Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) BOBOT SKS T P K
1 WAT 5.01 Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan 2 1 1 -
2 WAT 5.02 Sosiologi 2 1 1 -
3 WAT 5.03 Bahasa Inggris I 2 1 1 -
4 WAT 5.04 Bahasa Inggris II 2 - 2
Jumlah 8 3 5 -



Jumlah SKS Kur. Inti

96
Jumlah SKS Kur.Institusional 14-24

Jumlah total SKS 110-120



B. STRUKTUR PROGRAM

TAHUN I

A. SEMESTER I

KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K
WAT 1.01 Agama 2 1 1 -
WAT 1.02 Kewarganegaraan 2 2 - -
WAT 1.03 Bahasa Indonesia 2 1 1 -
WAT 2.04 Anatomi Fisiologi 2 1 1 -
WAT 2.05 Fisika dan Biologi 2 1 1 -
WAT 2.06 Psikologi 2 1 1 -
WAT 2.07 Ilmu Gizi 2 2 - -
WAT 4.01 Konsep Dasar Keperawatan (KDK) 2 1 1 -
WAT 4.02 Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) I 4 2 2 -
Jumlah Kredit Semester 20 12 8 -


B. SEMESTER II

KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K
WAT 4.06 Komunikasi dalam Keperawatan 2 1 1 -
WAT 2.05 Mikrobiologi & Parasitologi 2 1 1 -
WAT 4.04 Etika Keperawatan 2 1 1 -
WAT 2.06 Farmakologi 2 1 1 -
WAT 2.07 Biokimia 2 1 1 -
WAT 5.02 Sosiologi 2 1 1 -
WAT 2.08 Patologi 2 1 1 -
WAT 4.03 Kebutuhan Dasar Manusia II 4 2 2 -
Jumlah Kredit Semester 18 9 9 -

TAHUN II

A. SEMESTER III
KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K
WAT 4.09 Dokumentasi Keperawatan 2 1 1 -
WAT 4.08 Promosi Kesehatan 2 1 1 -
WAT 5.03 Bahasa Inggris I 2 1 1 -
WAT 5.01 Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan 2 1 1 -
WAT 4.05 Keperawatan Profesional 2 1 1 -
WAT 3.01 Keperawatan Medikal Bedah I 4 2 2 -
WAT 3.05 Keperawatan Medikal Bedah II 3 - - 3
Jumlah Kredit Semester 17 7 7 3




B. SEMESTER IV
KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K
WAT 5.04 Bahasa Inggris II 2 - 2 -
WAT 3.03 Keperawatan Anak I 4 2 2 -
WAT 3.07 Keperawatan Anak II 2 - - 2
WAT 3.04 Keperawatan Maternitas I 4 2 2 -
WAT 3.09 Keperawatan Medikal Bedah III 4 2 2 -
WAT 3.02 Keperawatan Jiwa I 4 2 2 -

Jumlah Kredit Semester 20 8 10 2


TAHUN III

A. SEMESTER V
KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K/L
WAT 4.07 Riset Keperawatan 2 1 1 -
WAT 3.06 Keperawatan Jiwa II 2 - - 2
WAT 3.08 Keperawatan Maternitas II 2 - - 2
WAT 3.10 Keperawatan Komunitas I 3 2 1 -
WAT 3.05 Keperawatan Medikal
Bedah IV 3 - - 3
Jumlah Kredit Semester 12 3 2 7


B. SEMESTER VI

KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K/L
WAT 3.11 Keperawatan Keluarga 2 1 - 1
WAT 3.12 Keperawatan Gerontik 2 1 - 1
WAT 3.14 Keperawatan Komunitas II 3 - - 3
WAT 3.15 Keperawatan Kegawatdaruratan 2 1 - 1
Jumlah Kredit Semester 9 3 - 6



SEMESTER I

KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K
WAT 1.01 Agama 2 1 1 -
WAT 1.02 Kewarganegaraan 2 2 - -
WAT 1.03 Bahasa Indonesia 2 1 1 -
WAT 2.04 Anatomi Fisiologi 2 1 1 -
WAT 2.05 Fisika dan Biologi 2 1 1 -
WAT 2.06 Psikologi 2 1 1 -
WAT 2.07 Ilmu Gizi 2 2 - -
WAT 4.01 Konsep Dasar Keperawatan (KDK) 2 1 1 -
WAT 4.02 Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) I 4 2 2 -
Jumlah Kredit Semester 20 12 8 -


SEMESTER II

KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K
WAT 4.06 Komunikasi dalam Keperawatan 2 1 1 -
WAT 2.05 Mikrobiologi & Parasitologi 2 1 1 -
WAT 4.04 Etika Keperawatan 2 1 1 -
WAT 2.06 Farmakologi 2 1 1 -
WAT 2.07 Biokimia 2 1 1 -
WAT 5.02 Sosiologi 2 1 1 -
WAT 2.08 Patologi 2 1 1 -
WAT 4.03 Kebutuhan Dasar Manusia II 4 2 2 -
Jumlah Kredit Semester 18 9 9 -




Mata Kuliah : Agama
Kode Mata Kuliah : WAT 1.01
Beban studi : 2 SKS (T=1, P=1)
Penempatan : Semester 1

A. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang kaidah-kaidah dalam agama dan manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berazaskan Pancasila. Penerapan ajaran-ajaran agama dalam profesi keperawatan terutama dalam hubunngannya dengan etika beragama serta menerapkannya dalam tugas sebagai perawat.
Proses pembelajaran mata kuliah ini melalui kegiatan belajar ceramah, diskusi , penugasan dan praktek.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah mahasiswa mampu :
1. Memahami macam-macam agama di Indonesia.
2. Memahami arti agama dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mempraktekan etika, kaidah-kaidah agama yang berhubungan dengan kesehatan.
4. Mengintegrasikan kaidah-kaidah agama terhadap tugas dan peran manusia.
5. Memahami pembentukan akhlak berdasarkan agama.
6. Memahami etika menurut agama/akhlaq.
7. Memahami hubungan agama dan kesehatan.

C. Garis Besar mata Kuliah
1. Agama di Indonesia :
a. Pengertian agama secara umum dan khusus.
b. Sejarah agama di dunia dan Indonesia.
c. Kedudukan dan fungsi agama.
d. Motivasi dan tujuan beragama.
e. Kaidah dan etika agama yang berhubungan dengan kesehatan


2. Agama Islam :
a. Pengertian agama Islam.
b. Sejarah perkembangan agama Islam.
c. Pembawanya/nabi/Rosul.
d. Keyakinan/Aqidah, Ibadah.
e. Sumber-sumber hukumnya.
f. Akhlaq dan muamalah.
g. Kaidah dan etika agama Islam yang berhubungan dengan kesehatan
3. Agama Kristen Katholik :
a. Pengertian agama Kristen Katholik.
b. Sejarah perkembangannya.
c. Pembabawanya.
d. Keyakinan/Keimanan/Ketuhanan.
e. Sumber-sumber hukumnya.
f. Cara-cara beribadah.
g. Hubungan antar sesama, manusia dan lingkungan.
h. Kaidah dan etika agama Katholik yang berhubungan dengan kesehatan
4. Agama Kristen Protestan :
a. Pengertian agama Kristen Protestan.
b. Sejarah perkembangannya.
c. Pembawanya.
d. Keyakinan/Keimanan/Ketuhanan.
e. Sumber-sumber hukumnya.
f. Cara-cara beribadah.
g. Hubungan antar sesama, manusia dan lingkungan.
h. Kaidah dan etika agama Protestan yang berhubungan dengan kesehatan
5. Agama Hindu :
a.Pengertian agama.
b.Sejarah perkembangannya.
c.Pembawanya.
d.Keyakinan/Keimanan/Ketuhanan.
e.Sumber-sumber hukumnya.
f.Cara-cara beribadah.
g.Hubungan antar sesama, manusia dan lingkungan.
h. Kaidah dan etika agama Hindu yang berhubungan dengan kesehatan
6. Agama Budha :
a.Pengertian agama.
b.Sejarah perkembangannya.
c.Pembawanya.
d.Keyakinan/Keimanan/Ketuhanan.
e.Sumber-sumber hukumnya.
f.Cara-cara beribadah.
g.Hubungan antar sesama, manusia dan lingkungan.
h.Kaidah dan etika agama Budha yang berhubungan dengan kesehatan
7. Peran dan Fungsi Agama dalam kehidupan:
a. Fungsi agama.
b. Hikmah beragama.
c. Sikap hidup beragama.
d. Agama dalam kehidupan.
e. Toleransi beragama.
8. Etika dan akidah beragama dengan kesehatan :
a. Etika beragama dalam kehidupan sehari-hari.
b. Kaidah/keyakinan agama dengan kesehatan.
c. Etika agama dalam kesehatan.
9 . Kaidah/keyakinan agama terhadap manusia :
a. Pengertian manusia.
b. Komponen penting dalam diri manusia.
c. Tugas manusia dengan agama.
d. Proses kejadian manusia menurut agama.
10. Pedoman menciptakan keluarga berdasarkan agama :
a. Pengertian keluarga.
b. Hak dan kewajiban suami-istri.
c. Pembinaan keluarga.
d. Anak yang diinginkan agama dan orang tua.
e. Tanggung jawab orang tua terhadap anak.
f. Kenakalan remaja.
11. Tanggung jawab anak terhadap orang tua.
12. Manusia dalam kehidupan ;
a. Manusia dan akhlaq.
b. Kewajiban merawat pasien/pasien.
c. Pendampingan/bimbingan pasien.
d. Perawatan jenazah dan pekaman.
13. Pandangan agama terhadap kesehatan :
a. Kesehatan keluraga berencana.
b. Cloning dan bayi tabung.
c. Transfusi darah, transplantasi organ tubuh manusia
d. Haid, nifas dan menyusui/pemberian ASI.
e. Kesehatan lingkungan dan kebersihan

D. Rujukan

Abu Ahmad & Nursalim, (1991), Dasar-Dasar Pendidikan Islam untuk Perguruan Tinggi, Jakarta, Bumi Aksara.

Agus Hakim, (1985), Perbandingan Agama, Semarang, Diponegoro.

Al-Kitab.

Al-Quran terjemahan.

DepAg, (1983), Pedoman Bimbingan Penyuluhan dan Motivasi KKB menurut Agama Hindu.

DepKes RI, (1988), Pesan-Pesan baku Program Kesehatan Menurut Agama.

M. Tholib, (1991), 60 Pedoman Rumah Tangga Islami, Jakarta, Al-Kautsar

Suhriman, Zaeni, ……, Tanggung Jawab Orang Tua terhadap Anak, Surabaya







Mata Kuliah : Kewarganegaraan
Kode Mata Kuliah : WAT 1.02
Beban Studi : 2 SKS ( T = 2 )
Penempatan : Semester I


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini membahas tentang pengantar pendidikan kewarganegaraan yang mencakup hak dan kewajiban warga Negara, bela Negara, demokrasi Indonesia, hak azasi manusia, wawasan nusantara, ketahanan nasional. Kegiatan belajar mengajar melalui kuliah, penugasan dan diskusi.

B. Tujuan Mata Ajaran
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Memahami Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia.
2. Memahami fungsi Pancasila dalam kehidupan Bangsa Indonesia.
3. Menerapkan Pancasila dalam profesi keperawatan.
4. Memahami pengertian pendidikan kewiraan bagi seorang warga Negara
Indonesia.
5. Memahami wawasan nusantara.
6. Memahami pentingnya ketahanan Nasional politik strategi.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Pengertian pokok Pancasila.
2. Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia.
3. Fungsi pancasila dalam kehidupan berbangsa Indonesia.
4. Pancasila sebagai filsafat bangsa Indonesia.
5. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
6. Otonomi Daerah.
8. Demokrasi Pancasila.
9. Pancasila sebagai sistem etika.
10. Penerapan Pancasila dalam Profesi Keperawatan.
11. Pengantar kewiraan/kewarganegaraan.
12. Wawasan Nusantara.
13. Ketahanan Nasioanal.
14. Politik strategi Nasional.
15. Politik strategi Hankam Nasional.
16. Sishankamrata.

D. Rujukan

Buku UUD 1945 dan perubahannya berupa Amandemen.

Hartono (1991), Pancasila ditinjau dari segi histories, Jakarta, Rineka Cipta.

H. R. Syaukani, dkk. (2002), Otonomi Daerah dalam Negara Kesatuan, Jogjakarta, Pustaka Pelajar.

Ismaun H., (1991), Pancasila lengkap, Bandung, Julianti.

Lembaga Ketahan Nasional Dikti, (1996), Kewiraan untuk Mahasiswa, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.

Moedjianto G, dkk., (1994), Pancasila, Jakarta, Gramedia Pusataka Utama.

Mursito, dkk., (1992), Kewiraan, Jakarta, Rineka Cipta.

N.K. Efendie, (1991), Polstranas : suatu pengantar pengkajian mendukung implementasi wawasan-Tannas, Lemhanas.

Rizikin Daman, (1995), Pancasila Dasar Falsafah Negara, Jakarta, Raja Grafindo Persada.

Sabarti Akhadiah, MK, (1985), Pendidikan Kewiraan, Jakarta, Karunia, Universitas Terbuka.

Sartono Kartodirjo, (1992), Kebudayaan Pembangunan Dalam Perspektif Sejarah, Jogjakarta, Gajah Mada University Press.

Sobanah H. AN. (1996), Kewiraan dalam Konsepsi dan Implementasi, Jakarta, Trigenda Karya.

Widjaya, AW., (1991), Perkuliahan Pancasila pada Perguruan Tinggi, Jakarta, Akademika Persindo.

Widjaya, AW., (2000), Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dan HAM di Indonesia, Jakarta, Rineka Cipta.





Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah : WAT 1.03
Beban studi : 2 SKS (T=1, P=1)
Penempatan : Semester I


A. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini menguraikan tentang tata bahasa, susunan kalimat dalam karangan ilmiah, juga dipelajari tentang komunikasi dan menulis laporan karya tulis ilmiah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu :
1. Memahami kaidah – kaidah bahasa Indonesia
2. Mengunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam menyusun
karangan ilmiah yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas sebagai
perawat.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Fungsi bahasa.
2. Tata bahasa.
3. Tata ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.
4. Tata kalimat bahasa Indonesia yang efektif.
5. Paragraf dan pengembangannya.
6. Diksi/pilihan kata dan kosa kata bahasa Indonesia yang baku.
7. Tehnik pembuatan surat.
8. Berbagai jenis Karya ilmiah
9. Tehnik pembuatan laporan.
10. Penulisan ilmiah dan tulisan popular.

D. Rujukan

Arifin, E. Zaenal, (2004), Penulisan Karangan Ilmiah dengan Berbahasa
Indonesia yang Benar, Jakarta : Mediyatama Sarana Perkasa.

Arifin, E. Zaenal dan Amran Tasal, (2004), Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi, Jakarta : Mediyatama Sarana Perkasa.

Keraf, Gorys. (2002), Diksi dan Gaya Bahasa, Ende Flores : Nusa Indah.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, (1996), Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan, Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Razak, Abdul, (1996), Kalimat Efektif : Struktur, Gaya, dan Variasi, Jakarta : Gramedia.

Tarigan, Jago, (1996), Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya, Bandung : Angkasa.




Mata Kuliah : Anatomi Fisiologi
Kode Mata Kuliah : WAT 2.01.
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini membahas tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia yang menguraikan struktur, komponen tubuh manusia dan perkembangannya serta fungsi system tubuh manusia dan mekanisme fisiologinya. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, diskusi ,penugasan dan praktikum.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Memahami struktur anatomi dan fungsi system tubuh
2. Mengaplikasikan ilmu anatomi dan fisiologi sebagai landasan dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada berbagai gangguan sistem tubuh.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Dasar-dasar anatomi dan fisiologi
2. Komposisi dan komponen tubuh manusia
3. Sistem integument dan sensasi kulit
4. Sistem musculoskeletal
5. Sistem persarafan dan fungsi integrative
6. Sistem penginderaan
7. Sistem endokrin
8. Sistem kardiovaskuler dan peredaran darah
9. Sistem limfatik dan pertahanan tubuh
10. Sistem pernafasan
11. Sistem Pencernaan
12. Sistem perkemihan
13. Keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa
14. Sistem reproduksi

D. Rujukan
Berne & Levy (2000), Principles of Physiology, 3 rd ed, St. Louis : Mosby, Inc.

Ganong, WF. (1999), Review of Medical Physiology, Philadelphia : JB. Lippincott.

Gibson,John (2002), Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat, Jakarta : EGC

Guyton 7 Hall (1997), Review of Medical Physiology, Philadelphia ; Lippincott.

Hickman, Ray & Caon Martin (1995), Nursing Science ; mater and energy in the human body, second edition, Melbourne ; Macmillan Education Ltd.

Marieb, Elaine N (1992), Human anatomy & Physiology, second edition, California : the Benjamin Cumingham Publishing Co. Inc.

Martini, F (1995), Fundamental of anatomy & Physiology, new Jersey : Prentice Hall.

Snell Richard S (1998), Anatomi Klinik Bagian 1,2,3, edisi 3, Jakarta EGC

Tambayong (2001), Anatomi Fisiologi untuk Keperawatan, Jakarta EGC




Mata Kuliah : Fisika dan Biologi
Kode Mata Kuliah : WAT 2.02
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep biologi, meliputi : sel sebagai unit kehidupan terkecil sampai dengan organ / system tubuh dan reproduksi genetika manusia serta menguraikan prinsip-prinsip dasar fisika berkaitan dengan system tubuh manusia. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, diskusi, penugasan dan praktika.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Mengaplikasikan ilmu biologi sebagai landasan dalam melaksanakan
asuhan keperawatan
2. Menerapkan fisika dalam memberikan asuhan keperawatan .
3. Menerapkan prinsip fisika dalam pemeliharaan alat-alat keperawatan

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Biologi
a. Pengantar biologi
b. Biologi sel
c. Andrologi dasar
d. Genetika
e. Simbol silsilah keluarga
f. Kromosom manusia
g. Kelainan seks/variasi seks pada manusia
h. Kelainan metabolik
2. Fisika
a. Prinsip dasar mekanika
b. Bioakustik
c. Termo fisika
d. Bio listrik
e. Bio optic
3. Penerapan fisika dalam memberikan asuhan keperawatan .
4. Prinsip-prinsip fisika dalam pemeliharaan alat-alat keperawatan.

D. Rujukan
Alan H. Cromer (1981), Physic of the life science. , MC Grow Hill International Book Company

Hartono (1995), Genetika Kedokteran , Jakarta EGC

Hansel Howard Flitter (1992), An Introduction to Physics in Nursing., Philadelphia : The Mosby Co.

J.F. Gabriel (1996), Fisika Kedokteran, Jakarta EGC

John R. Cameron, James G. Shotronick Roderick M.Grant (1994), Medical Physics, Physics of the body. , Wincosin : Medical Physics Publ.

Juwono & A.Zulfa (2003), Biologi Sel , Jakarta EGC

Lopreato, J.(1989), Human Nature and Bio Cultural Evolution, London : Allen and Uwin

Maxon L.R. and Charler H. Daugherty (1995), Genetics : a Human Perspective, Dubugue : WMC Brown.

Sadler(1999), Embriologi Kedokteran Langman, Jakarta EGC

Stephen Bresnick (2002), Intisari Fisika, Jakarta EGC

Uegene Ackerman, Lunda B.M. Ellis dan Lawrence E. Williams (1988), Ilmu Biofisika , Surabaya : Airlangga University Press.



Mata Kuliah : Psikologi
Kode Mata Kuliah : WAT 2.03
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang perilaku manusia, pertumbuhan dan perkembangan manusia ditinjau dari aspek psikologis, serta faktor yang mempengaruhi perilaku manusia. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, penugasan, penelaahan kasus, simulasi dan praktika.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep psikologi dasar manusia yang dibuhungkan dengan berbagai perilaku manusia.
2. Mengaplikasikan konsep dan prinsip psikologi dasar dalam asuhan keperawatan.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep perilaku manusia
2. Perkembangan kepribadian dan perilaku manusia
3. Biopsikologi dan proses sensor motorik
4. Tingkat kesadaran dan ketidaksadaran manusia
5. Persepsi dan motivasi
6. Emosi dan stress adaptasi
7. Proses berfikir dan pemecahan masalah secara kreatif
8. Konsep Belajar
9. Intelejensi dan kreativitas
10. Pengukuran dan uji psikologis
11. Perilaku abnormal
12. Hubungan individu dalam keperawatan
13. Pembentukan sikap
a. Attention and performance
b.Therapeutic approachs ( psikodinamik therapy, behaviour therapy)
dalam asuhan keperawatan

D. Rujukan
Atkinson (1993), Introductory to Psychology, 9 th ed.San Diego, Harcout

Atwater (1993), Psychology of Adjusment, 2 th ed. London, Prentice-Hall, Inc.

Bootzin Richard R, (1991), Psychology Today and Introduction, Mc.Graw – Hill, Inc.

Daniel Goleman (2000), Emotional Intelligence, Gramedia Pustaka utama Jakarta.

Elaine Denny (2005), Sociology For Nurses

Eycencee M.W., Psychology A Students HanBook, Psychology Press.

Gunarsa D. (1995), Psikologi Perawatan, Jakarta, P.T. BPK Gunung Agung

Hall Calvin S and Gardner Lindzey (2000), Psikologi Kepribadian ( teori Holistik), Penerbit Kanisius Yogyakarta.

Kaplan and Sadock (1997), Sinopsis Psikiatri Jilid I & II Alih Bahasa Wijaya Kusuma, Binarupa Aksara, Jakarta.

Kartini Kartono (1989), Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Sexual, C.V. Mandar Maju

Lauren, B. Alloy Joan Acorella, Richard R. Bootzin (1996), Abnormal Psychology, Mc.Graw-Hill-Inc.

Mc.Ghie. A (1996), Penerapan Psikologi Dalam Perawatan

Muhibbin Syah, (1997), Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, PT Remaja Rosdakarya Bandung
Saifuddin Azwan (2000), Reliabilitas dan Validitas, Pustaka Pelajar Yogyakarta

Saifuddin Azwar (2000), Penyusunan Skala Psikologi, Pustaka Pelajar Yogyakarta

Sarafino, Edward (1994), Health Psychologi, Biopsychososial Interaction, John Wiley And Sons Inc.

Semiawan C. (1997), Perspektif Pendidikan Anak berbakat, jakarta : PT. Gramedia.

Slavin R.E. (1994), Education Psychology Theory And Practice, Boston : Ally and Bacon.

Sukardi, D.K. (1995), Psikologi Populer Bimbingan Perkembangan Jiwa Anak, Jakarta : Ghalia Indonesia

Syah M. (1997), Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Edisi Revisi Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Widayatun T.R. (1996), Psikologi : Perilaku Manusia Untuk Perawat, Jakarta ; Chandra Pratama.





Mata Kuliah : Ilmu Gizi
Kode Mata Kuliah : WAT 2.04
Beban Studi : 2 SKS ( T = 2 )
Penempatan : Semester I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan konsep ilmu gizi, kebutuhan gizi pada berbagai tingkat usia dan perannya dalam kehidupan serta nutrisi pada pasien dengan berbagai gangguan system tubuh. Kegiatan pembelajaran melalui ceramah diskusi dan penugasan.

B. Tujuan Mata Kuliah.
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep dasar ilmu gizi
2. Memahami peran zat gizi pada berbagai tingkat usia
3. Memahami kebutuhan zat gizi pada pasien dengan berbagai gangguan sistem tubuh.
4. Mengaplikasikan konsep dasar ilmu gizi dan ilmu diet dalam asuhan keperawatan

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep dasar ilmu gizi
2. Peran zat gizi pada berbagai tingkat usia
3. Kebutuhan zat gizi untuk pasien pada berbagai gangguan sistem tubuh.
4. Jenis-jenis diet dan hubungannya dengan berbagai penyakit
5. Peran perawat dalam pelaksanaan diet pasien

D. Rujukan
Ahmad Djaeni (1999), Ilmu Gizi , Dian Rakyat, Jakarta

Bagian Gizi RSCM & persatuan Ahli Gizi Indonesia (1994), Penuntun Diet, Jakarta, PT Gramedia.

Betty B Alford and Margaret L (1982), Nutrition During The Life Cycle, New Jersey : Boyle Prentice – HII, Inc.

Berg A, and Muscat, R,J, (1987), Faktor Gizi

Clara Mixon Lewin, (1986), Nutrition and Nutrition Therapy, Norwalk : Appleton Century Crofts

DEPKES, Daftar Komposisi Bahan Makanan, Puslitbang Gizi Bogor

DEPKES, Daftar Penukar Bahan Makanan (1997).

Dudek, S.G. (1987), Nutrition Hand Book For Nursing Practice, St. Louis, J.B. Lippincot

Dewa Nyoman Supariasa, dkk, (2001), Penilaian Status Gizi, Bogor.

Karause and Mahan, (1984), Food, Nutrition and Diet Therapy, Seventh Edition, Philadelphia, W.B. Saunders Company.

Louis H. Bodinske (1987), The Nurse Guide to Diet Therapy, Second Edition , Wheley Medical Publiscation. Wheley Medical Publicatio, New York.

Mary E.Beck (1993), Ilmu Gizi dan Diet – Hubungannya dengan Penyakit untuk Perawat dan Dokter, Yogyakarta, Yayasan Essentia Medica

Solihin Pujiadi (1990), Ilmu Gizi Klinis Pada Anak, Jkarta, FKUI

Sunita Almatsier (2001), Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, PT Gramedia

Whitney & Cataldo (1986), Nutrition and Diet Therapy, New ork, West Publishing Company

William S.R. (1982), Essential of Nutrition and Diet Therapy , St.Louis : The C.V. Mosby Co.

Mata Kuliah : KDK (Konsep Dasar Keperawatan)
Kode Mata Kuliah : WAT 4.01
Beban Studi : 2 SKS ( T = 1; P = 1 )
Penempatan : Semester I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep dasar keperawatan, meliputi : sejarah, falsafah, paradigma, profesi keperawatan , peran, fungsi dan tugas perawat, model-konsep dan teori keperawatan. Mata kuliah ini juga membahas tentang konsep proses keperawatan yang mencakup pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, evaluasi, dan dokumentasi asuhan keperawatan dengan menerapkan prinsip berfikir kritis. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, diskusi, penugasan dan praktika.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa akan mampu:
1. Memahami sejarah keperawatan dan kecenderungannya
2. Memahami falsafah keperawatan
3. Memahami konsep profesi dan sosialisasi profesi
4. Memahami model-konsep dan teori keperawatan
5. Mengaplikasikan pendekatan proses keperawatan dalam asuhan keperawatan
6. Memahami peran, fungsi dan tugas perawat dalam pengembangan system pelayanan kesehatan
7. Memahami sistem pelayanan keperawatan
8. Menerapkan cara berfikir kritis sebagai seorang perawat profesional pemula.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Sejarah keperawatan dan kecenderungan
2. Falsafah keperawatan
3. Konsep profesi dan sosialisasi profesi
4. Keperawatan sebagai ilmu dan teori keperawatan
5. Model-konsep dan teori keperawatan.
6. Paradigma keperawatan
7. Proses keperawatan
8. Teori sebagai dasar untuk keperawatan
9. Peran, fungsi, tugas perawat dalam pengembangan sistem pelayanan kesehatan
10. Sistem pemberian pelayanan kesehatan dan keperawatan
11. Berfikir kritis (Critical Thinking) dalam keperawatan

D. Rujukan
Alfaro, Le Fevre Rosalinda (2002), Applying Nursing Proccces :a Tool for critical thinking, Philadelphia, Lippincot Williams and Wilkins

Badman, EL & Badman, B (1988), Fundamental Critical Thinking In Nursing, Norwalk : Appeton and Lange.

Christenen, Pj & Kenney, Jw (1995), Nursing Process Application of Conceptual Models, Fourth Edition, Mosby, St Louis Baltimore

Creven, Ruth (1996), Fundamental of ursing Human Health and Fungtion, Philadelphia, Lippincot

Curtine Leok (1991), Nursing Ethices Theories & Maryland, Rolent t, Brody Co

Deloughery, G.L. (1991), Issues and Trends in Nursing, Mosby Year Book, St Louis Baltimore.

Hidayat, A.A. (2004), Pengantar Konsep Dasar Keperawatan, Salemba Medika, Jakarta.
Johnson, Betty.M , ( 2005 ). An Introductory to Theory and reasoning in Nursing. Philadelphia : Lippincot and Willkins.

Kozier, B (1988), Concepts & Issues in Nursing Practice, California, Addison Wesley Publishing Co.

Kozier, B (1997), Fundamental of Nursing : Concept and Procedure, , California, Addison Wesley Publishing Co.

Nicoll, LH (1997), Perspectives on ursing Theory, Third edition, Lippincot, Philadelphia, New York.

Pearson & Vaughan (1986), Nursing Model for Practice, London, Hiniema Nursing

Reed, Pamela G (2003), Perspectives on Nursing Theory, Philadelphia : Lippincot Williams and Wilkins

Rubenfeld, M & Scheffer, BK (1999), Critical Thinking in Nursing : An Interactive Approach, Philadelphia, Lippincot

Ruth, M & Sall (19899), Essential of Nursing Leadership & Management, Philadelphia, FA Davis Co

Soewandi, J (1991), Ringkasan Sejarah Keperawatan, Batara, Jakarta

Yunarsih, S, Diktat Kuliah : Sejarah Keperawatan, Jakarta, tidak dipublikasikan.


Mata Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ) I
Kode Mata Kuliah : WAT 4.02
Beban Studi : 4 SKS (T = 2 ; P = 2)
Penempatan : Semester I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio, spiritual termasuk kebutuhan personal hygiene, eliminasi, aktifitas istirahat dan tidur, rasa aman dan nyaman. Penerapan proses keperawatan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dasar tersebut.
Aktivitas belajar meliputi kuliah, diskusi, penugasan, demonstrasi dan simulasi di kelas dan praktikum di laboratorium institusi.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah, ini mahasiswa akan mampu:
1. Memahami teori-teori kebutuhan dasar manusia dan implementasi dalam asuhan keperawatan.
2. Memahami kebutuhan dasar bio, psiko, sosio spiritual termasuk kebutuhan personal hygiene, psikososial, sexual dan spiritual, eliminasi, aktifitas istirahat tidur, rasa aman dan nyaman.
3. Menerapkan proses keperawatan sebagai metoda pemecahan masalah keperawatan pada lingkup gangguan pemenuhan kebutuhan dasar kebutuhan personal hygiene, psikososial, sexual dan spiritual, eliminasi, aktifitas istirahat tidur, rasa aman dan nyaman.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep kebutuhan dasar manusia
2. Asuhan keperawatan pada lingkup kebutuhan dasar manusia
3. Konsep kebutuhan psikososial, sexual dan spiritual
4. Konsep kebutuhan fisiologis : personal hygiene, eliminasi aktifitas istirahat-tidur, serta rasa aman dan nyaman .

D. Rujukan
Alttman, Gaylene Bouscha, (2003), Fundamental and advance Nursing Skills, New York Thompson

Craven, Ruth , (1996), Fundamental of Nursing Human Health and Function, Philadelphia, : Lippincott

Ellis / Nowlis , (1998), Nursing A Human Needs Approach, Boston : Miffin Co.

Janice, et. All. , (1993), Modules for Basic Nursing Skills, Philadelphia, Lippincot Co.

Kozier, B , (1995), Fundamental of Nursing : Concept Process and Practice “ Ethics and Values”, California, Addison Wesley Publishing

Patricia AP & Anne GP, (1996), Fundamental of Nursing, St. Louis, Toronto : Mosby Co.

Potteir , (1998), Fundamental of Nursing, Philadelphia, Lippincot.

Smith, Sandra F, ( 2005 ), Clinical Nursing Skill : Basic Advanced Skill. New Jersey : prentice Hall.




Mata Kuliah : Komunikasi Dalam Keperawatan
Kode Mata Kuliah : WAT 4.06
Beban Studi : 2 SKS (T=1, P=1)
Penempatan : Semester II

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini menguraikan tentang teori dan konsep komunikasi umum dan komunikasi therapeutik dalam keperawatan, serta penerapan komunikasi dalam asuhan keperawatan pada berbagai kasus dan tingkat usia.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep komunikasi umum
2. Memahami konsep komunikasi therapeutik dalam keperawatan
3. Menerapkan teknik komunikasi pada keadaan khusus : kebutaan dan gangguan pendengaran dll
4. Menerapkan teknik komunikasi berdasarkan tingkatan usia.
5. Menerapkan konsep komunikasi ke dalam asuhan keperawatan pada berbagai kasus dan tingkatan usia

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep komunikasi umum
2. Konsep komunikasi theurapeutik
3. Teknik komunikasi pada keadaan khusus: kebutaan dan gangguan pendengaran dll.
4. Teknik komunikasi berdasarkan tingkatan usia
5. Penerapan komunikasi dalam asuhan keperawatan dengan berbagai kasus dan tingkatan usia

D. Rujukan.
Atkinson, ( 1990 ) ), Fundamental of Nursing : Concept and Practice, Mosby Adisson Wesley, Toronto.
Keliat, Budi Ana, ( 1996), Hubungan terapeutik Perawat- Pasien/Pasien, EGC, Jakarta
Kozier, Erb ( 1995 ), Fundamental of Nursing : Concept and Practice, Mosby Year Book, St Louis
Lueckenotte Annette, (200), Gerontologic Nursing 2 nd, Mosby Years Book Inc, Philadelphia, St.louis.
Purwanto, G. (1994), Komunikasi untuk Perawat, Jakarta EGC
Stuart GW and Sundeen, 1995, Principle and practice of psychiatric
nursing,Alih bahasa Hamid,A. Mosby Company,St.Louis





Mata Kuliah : Mikrobiologi dan Parasitologi
Kode Mata Kuliah : WAT 2.05
Beban Studi : 2 SKS (T=1, P=1)
Penempatan : Semester II
Prasyarat : Biologi.

A. Deskripsi Mata Kuliah .

Mata kuliah ini menguraikan tentang mikrobiologi yang membahas tentang siklus kehidupan dan ekosistem mikro organisme dan parasit serta reaksi tubuh manusia terhadap mikroorganisme dan parasit, prinsip-prinsip sterilisasi desinfeksi dan upaya mencegah efek mikroorganisme dan penularan parasit terhadap tubuh manusia. Proses belajar melalui kegiatan pembelajaran ceramah, diskusi dan praktika.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah, mahasiswa akan mampu :
1. Memahami berbagai organisme
2. Memahami siklus pertumbuhan mikroorganisme dan parasit yang dapat mengganggu kesehatan manusia
3. Memahami efek mikroorganisme dan parasit terhadap tubuh manusia
4. Memahami adanya penyimpangan-penyimpangan hasil pemeriksaan
mikroba dan parasit
5. Menerapkan prinsip-prinsip desinfeksi dan pencegahan penularan
terhadap penyakit sebagai dasar dalam melaksanakan asuhan keperawatan

C. Garis Besar Mata Kuliah.

1. Mikrobiologi
a. Pengantar mikrobiologi
b. Bakteriologi dasar
c. Bakteriologi klinik
d. Imunologi
e. Virologi
f. Mikrobiologi
g. Infeksi nososkomial
h. Sterilisasi dan Desinfeksi

2. Parasitologi
a. Pengantar parasitologi
b. Jenis-jenis parasit

D. Rujukan
Bagian mikrobiologi FK-UI (1987), Kumpulan Kuliah Mikrobiologi
Kedokteran. Buku I dan II, Jakarta: FK-UI

Fied’s (1990), Virology, 2 nd

Jawetz, Jl. Melcick, EA Adeberg (1986), Mikrobiologi untuk Profesi Kesehatan (Review of Microbiology). Ed. 16, Jakarta : EGC, Lange.

Jeklik, Wolfgang, K Hilda PD. Bernard, Zinsser (1980) Mikrobiologi, 17 th ed New York. Aplenton-Century/Crofts.




Mata Kuliah : Etika Keperawatan
Kode Mata Kuliah : WAT 4.04
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester II

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini menguraikan tentang etika umum, prinsip, aturan dan sikap professional berdasarkan nilai-nilai moral dengan memandang hak dan martabat pasien sebagai manusia. Juga menguraikan tentang kode etik profesi, hubungan perawat-pasien, perawat-perawat dan perawat dengan profesi lain. Serta bagaimana menyelesaikan dilema etik bersama pasien dan profesi lain sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya.
Proses belajar melalui kegiatan pembelajaran ceramah, diskusi dan praktika.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Memahami etika umum.
2. Memahami etika profesi keperawatan mencakup : ruang lingkup etika keperawatan, etika dan power / kekuatan dalam keperawatan, tanggung jawab dan tanggung gugat dalam keperawatan.
3. Memahami kode etik keperawatan
4. Memahami kecenderungan dari etik keperawatan
5. Menerapkan prinsip etika keperawatan dalam asuhan keperawatan

C. Garis Besar Mata Kuliah
1.Konsep dasar etika umum
2.Konsep dasar etika profesi keperawatan
3.Kode etik profesi keperawatan
4.Keputusan moral dan teori moral dalam keperawatan
5.Kecenderungan dan isu etik keperawatan retrosfektif dan prosfektif
6. Hak dan martabat pasien.
7. Hubungan perawat- pasien.
8. Hubungan perawat- perawat .
9. Hubungan perawat- profesi lain .
10. Hubungan perawat- masyarakat
11. Model pengambilan keputusan dilema etik.

D. Rujukan
A Quinn Carrol-Michelle (1987), Commitment issues and ethis in nursing, Philadelphia : The Smith.

Aiken T.D. (1994), Legal, ethical, and political issues in Nursing, Davis Company Philadelphia

Bandman, E.L., (1990), Nursing Ethics Through The Life Span, 2 nd edition

Bertens K (1997), Etika, cetakan ketiga Gramedia, Pustaka utama , Jakarta

Burhanudin, (2000), Etika Individual, Jakarta : Rineka Cipta

Bandman, E.L., (1990), Nursing Ethics Through The Life Span, 2 nd edition

Bertens K (1997), Etika, cetakan ketiga Gramedia, Pustaka utama , Jakarta

Burhanudin, (2000), Etika Individual, Jakarta : Rineka Cipta

Gunardi (1991), Etika dan Hukum Kedokteran, Jakarta : UI Press

Johnstone, Megan Jane, (1989), Bioethics Nursing Perspective, Philadelphia : WB Saunders

Thompson, L.E., Melia, K.M. and boyd, K.M. (2000), Nursing Ethics, Eidenburg

Johns S. Megan J.(1989), Bio ethics a Nursing Perspective, Philadelphia, WB Saunders

PPNI, (2000), Buku Saku Diagnosa Keperawatan (ed.Indonesia), Jakarta EGC

Tachudin, Verena, ( 2003 ). Ethic In Nursing : The Caring Ralationship. St Louis : Elssever Saunders.

Taylor C, Lilis C Lemore, (1993), Fundamental of Nursing, JB Lippincott Co.,Philadelphia




Mata Kuliah : Farmakologi
Kode Mata Kuliah : WAT 2.06
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester II

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang farmakologi dan terapeutik dengan penekanan pada farmakodinamik, farmakokinetik penggolongan obat, efek samping obat, dan bahaya penggunaan / pemberian obat kepada pasien. Proses belajar memberikan pengalaman pemahaman tentang farmakologi melalui kegiatan pembelajaran ceramah, diskusi dan praktika

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah mahasiswa diharapkan mampu :
1. Memahami konsep dasar farmakologi
2. Memahamai penggolongan obat
3. Memahami efek samping obat
4. Memahami bahaya penggunaan / pemberian obat pada pasien
5. Menerapkan prinsip farmakologi dalam melaksanakan peran kolaboratif

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep dasar farmakologi, farmakodinamik, farmakokinetik
2. Penggolongan obat
3. Efek samping obat
4. Bahaya penggunaan / pemberian obat pada Pasien/Pasien
5. Peran kolaboratif perawat dalam pelaksanaan prinsip farmakologi
6. Penghitungan dosis.
7. Prinsip dalam pemberian obat.

D. Rujukan
Joyce, L.K. and Hayes, E.R. (1996), Farmakologi, Pendekatan Proses Keperawatan. Alih Bahasa : Dr.Peter Anugrah. Jakarta : EGC.
Katzung, B.G., Farmakologi Dasar dan Klinik, Edisi ketiga. Jakarta : Penerbit EGC
Pagliargo, A.M. and Pagliargo, LA. (1986), Pharmacologic Aspects of Nursing, St. Louis : CV. Mosby Co.




Mata Kuliah : Biokimia
Kode Mata Kuliah : WAT 2.07
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester II.
Prasyarat : Anatomi fisiologi dan Biologi.

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah Biokimia membahas tentang enzim dan Ko- enzim, oksidasi biologi, nutrisi pada manusia (air, vitamin, karbohidrat, lipid, protein), karbohidrat, asam amino, purin pirimidin, lemak serta hormone dan peranannya dalam metabolisme. Proses pembelajaran melalui kegiatan belajar ceramah, diskusi , penugasan dan praktikum.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah, mahasiswa mampu:
1. Memahami berbagai proses kimiawi didalam tubuh
2. Memahami zat-zat yang berperan dalam proses kimiawi didalam tubuh
3. Memahami nutrisi manusia dan proses metabolisme
4.Menerapkan konsep biokimia sebagai landasan dalam melaksanakan
asuhan keperawatan.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Enzim dan Koenzim
2. Oksidasi biologi
3. Nutrisi pada manusia (air, vitamin, mineral, karbohidrat, lipid, protein)
4. Metabolisme karbohidrat, asam amino, purin pirimidin, lemak
5. Hormon dan peranannya dalam metabolisme

D. Rujukan.
Armstrong, (1995), Buku Ajar Biokimia, Jakarta, EGC
Colby , (1988), Ringkasan Biokimia Harper, Jakarta, Egc
Iyan Darmawan, (1987), Biokimia Harper, Jakarta, EGC
Murray, dkk, (2003), Biokimia Harper, edisi 25, Jakarta, EGC

Mata Kuliah : Sosiologi
Kode Mata Kuliah : WAT 5.02
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester II.

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang teori dan konsep manusia dan sosial budaya masyarakat, manusia dan keluarga sebagai sub system dalam sosial budaya masyarakat, aturan – aturan / norma-norma dalam kehidupan masyarakat, nilai budaya dalam masyarakat Indonesia, kepercayaan / agama sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat serta penerapannya di masyarakat. Proses pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran ceramah, diskusi dan praktikum.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir perkualiahan mahasiswa diharapkan mampu :
1. Memahami konsep manusia dan sosial budaya masyarakat dalam asuhan keperawatan
2. Menerapkan konsep manusia dan keluarga sebagai sub system dalam social budaya masyarakat dalam asuhan keperawatan
3. Menerapkan aturan-aturan / norma-norma dalam kehidupan masyarakat
4. Menerapkan prinsip kepercayaan / agama sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat
5. Menerapkan prinsip kehidupan bermasyarakat dalam asuhan keperawatan
6. Menerapkan konsep sosio budaya dalam pemberian asuhan keperawatan

C. Garis Besar Mata Kuliah.
1. Proses social dan interaksi social
2. Kaitan manusia, masyarakat dan budaya
3. Konsep keluarga
4. Berbagai kelompok social
5. Kebudayaan dan masyarakat
6. Perubahan-perubahan social dan kebudayaan
7. Religi dalam kehidupan masyarakat.
8. Lembaga kemasyarakatan
9. Lapisan-lapisan masyarakat
10. Masalah-masalah social masyarakat
11. Perilaku sehat-sakit masyarakat
12. Pandangan sehat-sakit menurut dunia barat
13. Implementasi sosio-budaya dalam asuhan keperawatan

D. Rujukan
Alisyahbana, Takdir (1986), Antropologi Baru, Dian Baru
Azwar Agus & T. Yacob (1998), Antropologi Kesehatan Indonesia, Cetakan 2, Jakarta : EGC

Denny and Ellaine,( 2005 ). Sociology For Nurses. Cambridge : Polty Press.
Foster, GM & Barbara Gallatin Anderson, (1986) Antropologi Kesehatan Cetakan 1, Jakarta : UI Press
Koentjaraningrat, (1981), Pengantar Ilmu Antropologi, Cetakan 3 Jakarta : Aksara Baru
Soekanto, Soejono (1999), Sosiologi Suatu Pengantar, Cetakan 27, Jakarta
Raja Grafindo Persada.

Mata Kuliah : Patologi
Kode Mata Kuliah : WAT 2.08
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester II.
Prasyarat : Anatomi Fisiologi.

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini membahas tentang konsep dasar patologi serta proses terjadinya perubahan struktur & fungsi jaringan / organ tubuh manusia beserta perubahan-perubahan klinis yang ditimbulkannya. Fokus pembahasan mencakup beberapa konsep dasar patologi serta berbagai kelainan yang bersifat umum pada beberapa reaksi patologi, perubahan struktur dan fungsi jaringan / organ tubuh. Proses belajar yang dilakukan dilakukan melalui ceramah, penugasan dan praktikum.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menguraikan berbagai konsep yang mendasari terjadinya kelainan struktur dan fungsi tubuh manusia
2. Memahami proses kelainan struktur dan fungsi tubuh manusia
3. Memahami terjadinya perubahan fungsi organ tubuh
4. Memahami mekanisme proses terjadinya kelainan tubuh manusia sebagai dasar dalam penerapan asuhan keperawatan
5. Memahami tahapan kematian
6. Menerapkan konsep patologi dalam asuhan keperawatan

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Patogenesis dan patofisiologi kelainan struktur dan fungsi tubuh
2. Mekanisme adaptasi sel
3. Interaksi genetik dan lingkungan
4. Kelainan retrogresif
5. Tahap kematian jaringan danNekrosis sel
6. Kelainan kongenital dan keturunan
7. Kelainan sirkulasi, cairan tubuh dan asam basa
8. Radang dan mekanisme proses infeksi
9. Proses penyembuhan luk
10. Neoplasma
11. Proses penuaan

D. Rujukan.

Kelly, William J (2005), Hand Book Of Pathophisiology, Philadelphia, Lippincot Williams and Wilkins

Luckman and Sorensen (2000), Medical Surgical Nursig : A Pathophysiology Approach, Philadelphia : WB Saunder.

Wilson Sylvia A Price (2000), Patofisiologi, Jakarta : EGC

Mata Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia II
Kode Mata Kuliah : WAT 4.03
Beban Studi : 4 SKS (T=2, P=2)
Penempatan : Semester II
Prasyarat : Anatomi Fisiologi , KDM I dan KDK.

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang kebutuhan dasar manusia dalam kondisi gangguan serta upaya untuk memenuhinya dalam penerapan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Asuhan keperawatan yang dipelajari pada mata kuliah ini adalah asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, kasus terminal, menjelang ajal, serta perawatan luka dan pemberian obat-obatan.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Melakukan pengkajian pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, terminal, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan.
2. Menyusun perencanaan pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, terminal, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan.
3. Membuat diagnosa keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, terminal, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan.
4. Melaksanakan tindakan-tindakan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, terminal, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan.
5. Melakukan evaluasi pada pasien dengan gangguan kebutuhan oksigen, cairan, nutrisi, psikososial, menjelang ajal, perawatan luka dan pemberian obat-obatan.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan gangguan oksigenasi
2. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan gangguan cairan dan elektrolit
3. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan gangguan nutrisi
4. Asuhan keperawatan pada Pasien dengan gangguan kebutuhan psikososial, berduka, terminal dan menjelang ajal
5. Asuhan keperawatan pada pasien dengan luka
6. Pemberian obat – obatan pada semua tingkat usia berdasarkan hasil kolaborasi.

D. Rujukan
Craven, Ruth , (1996), Fundamental of Nursing Human Health and Function,Philadelphia, Lippincott

Ellis / Nowlis , (1998), Nursing A Human Needs Approach, Boston : Miffin Co.

Janice, et. All. , (1993), Modules for Basic Nursing Skills, Philadelphia, Lippincot Co.

Kozier, B , (1995), Fundamental of Nursing : Concept Process and Practice “ Ethics and Values”, California, Addison Wesley Publishing

Patricia AP & Anne GP, (1996), Fundamental of Nursing, St. Louis, Toronto : Mosby Co.

Potter , (1998), Fundamental of Nursing, Philadelphia, Lippincot

Potter ( 2000), Pocket Guide to Basic Skill and Procedures, Third Edition, Mosby Year Book, Toronto.










TAHUN II

A. SEMESTER III
KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K
WAT 4.09 Dokumentasi Keperawatan 2 1 1 -
WAT 4.08 Promosi Kesehatan 2 1 1 -
WAT 5.03 Bahasa Inggris I 2 1 1 -
WAT 5.01 Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan 2 1 1 -
WAT 4.05 Keperawatan Profesional 2 1 1 -
WAT 3.01 Keperawatan Medikal Bedah I 4 2 2 -
WAT 3.05 Keperawatan Medikal Bedah II 3 - - 3
Jumlah Kredit Semester 17 7 7 3




B. SEMESTER IV
KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K
WAT 5.04 Bahasa Inggris II 2 - 2 -
WAT 3.03 Keperawatan Anak I 4 2 2 -
WAT 3.07 Keperawatan Anak II 2 - - 2
WAT 3.04 Keperawatan Maternitas I 4 2 2 -
WAT 3.09 Keperawatan Medikal Bedah III 4 2 2 -
WAT 3.02 Keperawatan Jiwa I 4 2 2 -

Jumlah Kredit Semester 20 8 10 2



Mata Kuliah : Dokumentasi Keperawatan
Kode Mata Kuliah : WAT 4.09
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester III.
Prasyarat : Bahasa Indonesia, KDK.

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep dasar dokumentasi keperawatan dan proses keperawatan yang mencakup : pengertian dokumentasi keperawatan, tujuan, prinsip-prinsip pentingnya dokumentasi keperawatan, manfaat dokumentasi, model dokumentasi keperawatan, tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan, standard dokumentasi keperawatan, aspek legal serta manajemen resiko. Proses pembelajaran memberikan kesempatan kepada mahasiswa merancang serta latihan pendokumentasian asuhan keperawatan serta menganalisa hasil asuhan keperawatan. Kegiatan belajar dilakukan melalui : kuliah, diskusi, penugasan dan praktek dokumentasi asuhan keperawatan.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah, mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep dasar dokumentasi keperawatan meliputi : pengertian dokumentasi keperawatan, tujuan, prinsip-prnisip pentingnya dan manfaat dokumentasi keperawatan, serta model dokumentasi keperawatan
2. Memahami tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan
3. Memahami tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan pada tatanan pelayanan khusus
4. Menerapkan tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan pada populasi khusus
5. Memahami standard dokumentasi keperawatan
6. Memahami aspek legal serta manajemen resiko dalam pendokumentasian asuhan keperawatan.



C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep dasar dokumentasi
b. Pengertian dokumentasi keperawatan
c. Tujuan, prinsip-prinsip, pentingnya dokumentasi keperawatan, serta manfaat dokumentasi
d. Pendekatan model dokumentasi keperawatan
e. Tehnik dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan
f. Standard dokumentasi keperawatan
g. Aspek legal serta manajemen resiko
2. Pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan metode proses keperawatan :
3. Pendokumentasian asuhan keperawatan pada :
a. Berbagai tatanan pelayanan
b. Tatanan khusus
c. Populasi khusus

D. Rujukan
Anne G.Perry, A.Potter, (1997), Clinical Nursing Skills and Techniques, St. Louis, Toronto, Princetown, The C.V. Mosby Co.
Barbara Kozier, Glenora Erb. , (1997), Fundamental of Nursing Concepts and Procedures. Third Editions Massachusets Addison – Wesley. , Publishing Company
Francess Talaksa Fibach, (1991), Documenting Care Communication The Nursing Process and Documentation Standard. ,Philadelphia : F.A. Davis. Company.
Patricia A. Potter. Annes G. Perry , (1985), Fundamental of Nursing Concept Process and Practice, St. Louis, Toronto. Princetown The C.V. Mosby Company.








Mata Kuliah : Promosi Kesehatan
Kode Mata Kuliah : WAT 4.08
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester III.
Prasyarat : Komunikasi.

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep, prinsip-prinsip promosi kesehatan pada pasien sebagai individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat di tatanan klinik dan komunitas . Penekanan pada pemahaman dan penerapannya melalui kegiatan belajar kuliah, tugas baca dan praktikum.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir pendidikan mahasiswa diharapkan mampu :
1.Memahami konsep prinsip promosi kesehatan
2.Menerapkan promosi kesehatan pada pasien sebagai individu, keluarga,kelompok dan masyarakat di tatanan klinik dan komunitas.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Pengantar promosi kesehatan
2. Konsep dasar promosi kesehatan
3. Prinsip-prinsip promosi kesehatan pada Pasien/Pasien individu
4. Prinsip-prinsip promosi kesehatan masyarakat
5. Mengkaji kebutuhan promosi kesehatan
6. Membuat rancangan promosi kesehatan
7. Penerapan promosi kesehatan pada Pasien/Pasien sebagai individu
8. Penerapan promosi kesehatan pada masyarakat

D. Rujukan
Bennis & Benne & Robert Chin (1999), The Planning of Change, Second Edition, New York : Halt Kinehart and Winston, Inc.
Craven & Hirnlie (2002), Fundamentals of Nursing Human Health and Function, Second Edition, Philadelphia : Lippincot
Green (1989), Health Education Planning, A Diagnostic Approach, USA : Myfield Publishing Co
Kozier & Glenora Erb (1998), Concept and Issues In Nursing Practice, California : Addison – Wesley Publishing Company Inc.



Mata Kuliah : Bahasa Inggris I
Kode Mata Kuliah : WAT 5.03
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester III


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Mahasiswa diberi kesempatan mempelajari teknik percakapan singkat, berkomunikasi dan membaca sumber bacaan. Proses pembelajaran meliputi kegiatan belajar yang dilakukan melalui kuliah, diskusi, penugasan dan seminar

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir pendidikan mahasiswa diharapkan mampu :
1. Memahami tata bahasa Inggris
2. Memahami tentang kosakata dalam bahasa Inggris
3. Memahami percakapan dalam bahasa Inggris
4. Memahami tentang teknik berkomunikasi dalam bahasa Inggris
5. Membaca sumber bacaan bahasa Inggris
6. Melakukan percakapan singkat
C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Grammar
2. Vocabulary
3. Reading Comprehension
4. Writing
5. Listening Comprehension
6. Translation
7. Expression Opinion

D. Rujukan
Barron,s (2000), Student 1 Choice TOEFL 7 th Ed., Jakarta : Bina Aksara


Mata Kuliah : Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan
Kode Mata Kuliah : WAT 5.01
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester III.


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep kepemimpinan dan manajemen dalam keperawatan, manajemen pelayanan keperawatan dan manajemen asuhan keperawatan. Fokus pembelajaran memberikan pengalaman kepada mahasiswa menerapkan konsep kepemimpinan dan manajemen dalam asuhan keperawatan. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, penugasan dan praktikum.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa dapat :
1. Memahami konsep umum manajemen dan kepemimpinan .
2. Memahami manajemen pelayanan keperawatan beserta fungsi-fungsinya
3. Memahami perilaku organisasi
4. Memahami manajemen financial dalam keperawatan
5. Menerapkan manajemen asuhan keperawatan

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep umum manajemen.
2. Manajemen keperawatan
3. Fungsi-fungsi manajemen keperawatan
4. Manajemen asuhan keperawatan
5. Kepemimpinan dalam keperawatan
6. Perilaku organisasi
7. Teori berubah dalam manajemen keperawatan
8. Manajemen konflik.
9. Manajemen mutu dalam pelayanan keperawatan



D. Rujukan
Gillies Dee Ann (1994), Nursing Management. A System Approach, 3 rd ed. , Philadelphia : WB Saunders Co.
La. Monica (2003), kepemimpinan & Manajemen Keperawatan , Jakarta EGC
Nursalam (2003), Manajemen Keperawtan, Jakarta EGC
Swansburg, R.C. and Swanburg R.J. (1990), Management and Leadership for Nurse Managers. ,Boston : Jones and Bartlett Publishers.
Swansburg, R.C. and Swansburg R.J. (1999), Introductory Management and Leadership for urses. Sudbery. Massachusetts : Jones and Bartlett Publishers.
Thora Kron (1991), The Management of Patient Care, Philadelphia : WB. Saunders Co.




Mata Kuliah : Keperawatan Profesional
Kode Mata Kuliah : WAT 4.05
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, P = 1)
Penempatan : Semester III.
Prasyarat : KDK.


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini menguraikan tentang komponen keperawatan profesional hukum dan regulasi keperawatan, system pendidikan keperawatan, tanggungjawab perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dan sebagai anggota tim pelayanan keperawatan, standar profesi keperawatan, praktik keperawatan profesional, hubungan perawat sebagai tenaga profesional dengan organisasi profesi keperawatan.
Kegiatan belajar dilakukan melalui ceramah, diskusi, penugasan dan praktika. Mahasiswa melakukan studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber yang berkaitan dengan keperawatan profesional.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep dasar praktik keperawatan profesional
2. Memahami model-model dan bentuk-bentuk praktik keperawatan profesional
3. Memamahi system pendidikan keperawatan
4. Memahami organisasi profesi keperawatan
5. Memahami regulasi keperawatan (registrasi & praktik keperawatan)
6. Menerapkan standar praktik keperawatan
7. Memamahami berbagai tantangan dalam profesi keperawatan
8. Memahami issue legal dalam praktik keperawatan profesional
9. Memahami politik dan pembuatan kebijakan dalam kesehatan dan keperawatan.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep dasar praktik keperawatan profesional
2. Model dan bentuk praktik keperawatan
3. System pendidikan keperawatan
4. Organisasi profesi keperawatan
5. Standar praktik keperawatan
6. Aspek hukum dan regulasi dalam keperawatan
7. Berbagai tantangan dan upaya pembenahan dalam profesikeperawatan
8. Issue legal dalam praktik keperawatan
9. Politik dan pembuatan kebijakan dalam kesehatan dan keperawatan

D. Rujukan
Amir, Amri (1977), Hukum Kesehatan, FK USU, Wydia Medika Medan

Berger, Kj. Brinkman, MA (1992), Fundamental of Nursing Collaborating for Optimal Health, Legal Consideration, Appleton, Lank

Creighton, H, (1996), Fundamental Law Every Nurse Should Know, Saunders Co, Philadelphia

Dep Kes R.I. (1993), Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Kozier, B (1997), Fundamental Of Nursing : Concept, Process & Practice, Legal Aspect of Nursing Practice, Addison Wesley Publishing Co, California

Kusnanto (2004), Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional, EGC Jakarta

La Ode Junaidi (1999), Pengantar Keperawatan Profesional, EGC Jakarta

Nothrop, CE (1991), Legal Issues In Nursing, Mosby Co. St. Louis.

Robert Priharjo (1995), Praktik Keperawatan Profesional Konsep Dasar dan Hukum, EGC Jakarta


Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah I
Kode Mata Kuliah : WAT 3.01
Beban Studi : 4 SKS ( T=2 ; P=2 )
Penempatan : Semester III.
Prasyarat : Anatomi Fisiologi, KDK, KDM I. KDM II.


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini membahas tentang masalah kesehatan yang lazim terjadi pada usia dewasa baik yang bersifat akut maupun kronik yang meliputi gangguan fungsi tubuh pada sistem pernapasan, kardiovaskular, pencernaan dan penginderaan dengan berbagai penyebab patologis seperti peradangan/infeksi, kongenital, neoplasma dan trauma. Mahasiswa akan mendapat materi tentang perspektif keperawatan medikal bedah sehingga memahaami peran dan fungsi seorang perawat dalam bidang keperawatan medikal bedah.
Proses pembelajaran difokuskan pada diskusi dan ceramah di kelas dan pengalaman belajar praktikum di laboratorium. Penugasan individu dan kelompok dalam bentuk seminar dan membuat pelaporan tentang praktikum.

B. Tujuan Mata Kuliah
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu :
1. Memahami perspektif keperawatan medikal bedah
2. Memahami asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem pernapasan
akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma dan trauma.
3.Memahami asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler akibat proses peradangan/infeksi, degenerasi dan genetik
4.Memahami asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem pencernaan
akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma, dan trauma
5.Memahami asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem penginderaan akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma, degenerasi dan trauma
6.Memahami asuhan keperawatan pasien Pre dan post operatif gangguan sistem pernapasan, cardiovaskuler , pencernaan dan penginderaan.


C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Perspektif keperawatan medikal bedah
2. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem pernapasan:
a. Akibat Peradangan/Infeksi : COPD ; Pneumonia, Tuberkulosa
b. Akibat Neoplasma : Ca. Nasopharing, Ca Laring, Ca Paru
c. Akibat Trauma : Trauma Dada
3. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem Kardiovaskuler:
a. Akibat Peradangan/Infeksi: Endokarditis, Miokarditis dan Perikarditis
b. Akibat Ganguan sirkulasi koroner : Infark Miokard, Angina Pektoris, Hipertensi
c. Akibat Penurunan Fungsi pompa Jntung : Decompensatio Cordis, Cardiogenik shock
d. Akibat Gangguan Sirkulasi Perifer : Syndroma Boergoer, Arteriosklerosis
e. Akibat Kelainan Darah: Anemia, DIC,PPTI
6. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem pencernaan:
a. Akibat Peradangan/Infeksi : Gastritis, Enteritis, Thypus abdominalis, Hepatitis, Kolitis
b. Akibat Neoplasma : Ca Lambung, Ca Hepar, ca Kolon dan rektum
c. Trauma : Trauma abdomen
7. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem penginderaan:
a. Akibat Peradangan/Infeksi pada mata dan telinga
b. Akibat Neoplasma pada Mata
c. Akibat Degenerasi : Hipermetrop, Myopia, Katarak
d. Akibat Trauma pada mata, kemasukan benda asing pada mata dan telinga.
8. Asuhan keperawatan pasien Pre dan Post Operatif sistem
pernapasan, cardiovaskuler dan pencernaan
9. Tindakan Prosedural Keperawatan pada :
a. . Gangguan sistem Pernapasan :
• Pengambilan sputum
• Melatih pasien napas dalam
• Melatih pasien batuk efektif
• Melakukan pengisapan lendir
• Melakukan fisioterapi dada dan Postural Drainage
• Melakukan Inhalasi
• Melakukan Perawatan WSD
• Melakukan perawatan Trakheostomi
b. Gangguan Sistem Cardiovaskuler
• Perekaman EKG
• Menilai keseimbangan cairan
• Tindakan kolaboratif pemberian cairan parenteral dan darah
• Monitoring pemberian cairan parenteral dan darah
• Menilai CVP
c. Gangguan Sistem Pencernaan
• Pemasangan NGT
• Perawatan Colostomi
• Tindakan kolaboratif pemberian nutrisi parenteral dan enteral
• Penilaian kecukupan nutrisi
• Huknah/ klisma
• Perawatan Colostomi

5. Tindakan Pre operatif dan post operatif pada gangguan sistem pernapasan, cardiovaskuler, pencernaan dan penginderaan
• Penkes tindakan operatif
• Tindakan kolaboratif persiapan operasi
• Monitoring post operatif
• Pengangkatan jahitan
D. Rujukan
Brunner and Suddarth,s (1996), Textbook of Medical – Surgical Nursing, Eight Edition, Philadelphia : JB. Lippincott Company
Donna D., Marilyn V., (1991), Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach Philadelphia, WB Sounders Company
Long, Barbara C., (1992), Medical Surgical Nursing, Toronto, CV Mosby Company
Luckman and Sorensen, (1993), Medical Surgical Nursing, A. Psychophysiologie Approach. Tokyo : WB Saunders, Co.
Peter C., Hayer & Thomas, Diagnostik & Terapi, EGC Jakarta
Purnawan Junardi, dkk., Kapita Selekta Kedokteran, Media Ausculapius, Jakarta
R. Syamsuhidayat. Wim de Jong , (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, Cetakan 1 : Jakarta EGC.
Syaifulloh Noor, (1996), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi Ketiga : Jakarta : Balai Penerbit FKUI
Schwatz St Shires GT : Spencer, TC , (1989). Principles of Surgery 5 th ed. , New York







Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah II
Kode Mata Kuliah : WAT.3.5.
Beban Studi : 3 SKS ( K )
Penempatan : Semester III
Prasyarat : KMB I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa mempraktekkan teori dan konsep yang telah dipelajari di kelas dan telah di uji coba di laboratorium dibawah pengawasan instruktur laboratorium. Pembelajaran di klinik difokuskan pada pengalaman belajar dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan, kardiovaskuler , pencernaan dan penginderaan. Selain metoda bedside teaching, brifing ( Pre and post conference ) diperlukan untuk memberi kesempatan kepada para mahasiswa mempresentasikan kasus per kasus pasien yang dirawatnya melalui metoda nursing round . Evaluasi terhadap pencapaian kompetensi melalui ujian setiap kompetensi dengan berbagai kasus dapat dilakukan secara bertahap atau di akhir pembelajaran di klinik.

A. Tujuan Mata Kuliah
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini peserta didik kompeten dalam :
1. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan
2. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler
3. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pencernaan
4. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem penginderaan.
5. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien pre dan post operatif gangguan sistem pernapasan, cardiovaskuler, pencernaan dan penginderaan




C. Rujukan
Brunner and Suddarth,s (1996),Medical – Surgical Nursing, Eight Edition, Philadelphia : JB. Lippincott Company

Donna D., Marilyn V., (1991), Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach Philadelphia, WB Sounders Company

Luckman and Sorensen, (1993), Medical Surgical Nursing, A. Psychophysiologie Approach. Tokyo : WB Saunders, Co.

Long, Barbara C., (1992), Medical Surgical Nursing, Toronto, CV Mosby Company

Peter C., Hayer & Thomas, Diagnostik & Terapi, EGC Jakarta

Purnawan Junardi, dkk., (2005)Kapita Selekta Kedokteran, Media Auculapiks, Jakarta

R. Syamsuhidayat. Wim de Jong , (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, Cetakan 1 : Jakarta EGC.

Syaifulloh Noor, (1996), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi Ketiga : Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Schwatz St Shires GT : Spencer, TC , (1989). Principles of Surgery 5 th ed. , New York














Mata Kuliah : Bahasa Inggris II
Kode Mata Kuliah : WAT 5.04
Beban Studi : 2 SKS ( P )
Penempatan : Semester IV
Pre requisite : Bahasa Inggris I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mampu melakukan percakapan dalam bahasa Inggris pada saat melaksanakan asuhan keperawatan. Selain itu mahasiswa diberi kesempatan untuk mampu membuat laporan asuhan keperawatan dalam bahasa Inggris. Mahasiswa diberi kesempatan mempelajari teknik percakapan,,presentasi dan praktek melalui simulasi. Proses pembelajaran meliputi kegiatan belajar yang dilakukan melalui diskusi penugasan, dan praktika .

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir perkualiahan mahasiswa diharapkan mampu :
1. Melakukan percakapan dalam bahasa Inggeris
2. Menulis laporan asuhan keperawatan dalam bahasa Inggeris
3. Melakukan presentasi singkat dalam bahasa Inggeris

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Understanding speaking in nursing
2. Reporting in Nursing
3. Presentation of nursing activity and its situation related to nursing service

D. Rujukan

Barron,s (2000), Student 1 Choice TOEFL 7 th Ed., Jakarta : Bina Aksara
Sieh, A and Brentin, L. (1997). The Nurse Communicates. Philadelpia: WB Saunders
Prawira, I.S. (2000). Understanding Speaking Nusing






Mata Kuliah : Keperawatan Anak I
Kode Mata Kuliah : WAT 3.03
Beban Studi : 4 SKS ( T =2 SKS, P=2 SKS)
Penempatan : Semester IV
Pra-syarat : KDM, KDK, KMB I, KMB II


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini membahas tentang konsep dasar keperawatan anak, masalah kesehatan yang lazim terjadi pada anak dalam hubungannya dengan keluarga dan pemecahannya dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Penekanan asuhan keperawatan ditujukan pada upaya peningkatan, pemeliharaan, dan pemulihan kesehatan.dalam konteks keluarga..
Proses belajar mengajar dilaksanakan dengan metoda ceramah, penugasan dan praktikum di laboratorium secara individu maupun kelompok.

B. Tujuan Mata Kuliah
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini , mahasiswa dapat :
1. Memahami konsep dasar keperawatan anak
2. Memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Memahami konsep perkembangan keluarga.
4. Memahami konsep hospitalisasi
5. Memahami konsep bermain sebagai intervensi keperawatan anak
6. Memahami sistem perlindungan anak di Indonesia
7. Memahami masalah masalah kesehatan yang lazim terjadi pada anak
8. Memahami konsep asuhan keperawaan pada anak sehat
9. Memahami konsep asuhan keperawatan pada anak sakit
10. Memahami konsep asuhan keperawaan bayi resiko tinggi
11. Mengkaji status kesehatan anak
12. Merumuskan diagnosa keperawatan yang dapat terjadi pada anak sehat, anak sakit dan bayi resiko tinggi
13. Merencanakan tindakan keperawatan pada anak sehat,sakit dan bayi resiko tinggi
14. Melakukan tindakan khusus pada anak sehat, anak sakit dan bayi resiko tinggi:
a. Bimbingan antisipasi (anticipatory guidance)
b. Aplikasi pendidikan kesehatan pada anak dan orang tua
c. Tindakan hasil kolaborasi: pemberian imunisasi
d. Bermain sebagai intervensi keperawatan
e. Pencegahan infeksi silang
f. Perawatan bayi dengan foto terapi
g. Mengevaluasi asuhan keperawatan pada anak sehat, anak sakit dan bayi resiko tinggi
h. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada anak sehat,anak sakit dan bayi resiko tinggi

C. Garis besar mata kuliah
1. Konsep dasar keperawatan anak
a..Perspektif perawaan anak.
b. Pendekatan Family centre care.
c. Atraumatic care
2. Pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Konsep hospitalisasi
4. Konsep bermain sebagai intervensi keperawatan anak
5. Sistem Perlindungan anak di Indonesia
6. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
7. Masalah masalah kesehatan yang lazim terjadi pada anak
8. Konsep asuhan keperawaan pada anak sehat
9. Konsep asuhan keperawatan pada anak sakit
10. Konsep asuhan keperawaan bayi resiko tinggi
11.Tindakan khusus pada anak sehat, anak sakit dan bayi resiko tinggi:
a..Bimbingan antisipasi (anticipatory guidance)
b.Aplikasi pendidikan kesehatan pada anak dan orang tua
c.Tindakan hasil kolaborasi: pemberian imunisasi
d.Bermain sebagai intervensi keperawatan
e.Pencegahan infeksi silang
f. Perawatan bayi dengan foto terapi



D. Rujukan

Abdurahman Sukadi, dkk, (2002), Perinatologi, FKUP, Bandung.

Ashwill & Droske, (1997), Nursing care Of Children, Principle & Practice, Saunders Co, Philadelphia.

Ball Jane & Blinder Ruth, (2003), Pediatric Nursing caring for
Children 3 th edition, Pearson Education, Inc, New Jersey.

Betz & Sowden, (2000), Pediatric Nursing Reference 4th edition, St. Louis, Mosby.

Dep.Kes RI., (2004), Program Kesehatan Ibu dan Anak, Jakarta.

Dep.Kes. RI., (2003), Manajemen Terpadu Balita Sakit, Jakarta

Engel, Joice, Alih Bahasa : Teresa, (1999), Pengkajian Pediatrik, Edisi II, Jakarta EGC.

Morgan. K., (1999), Peditaric Care Plan, St. Louis, Springhouse.

Rosa M. Sacharin, (1996), Prinsip Keperawatan Pediatrik, Edisi II, Jakarta, EGC.

Soetjiningsih, (1998), Tumbuh Kembang Anak, Jakarta, EGC.

Wong, Donna L., (2003), Nursing Care of Infant and Children, St. Louis, Mosby.

Wong, Donna L., (2000), Clinical Manual of Pediatric Nursing, St. Louis, Mosby.

_______., (2003), Essential of Pediatric Nursing ,6th edition, St.Louis, Mosby.

_______ (2003), Undang Undang Perlindungan Anak. Jakarta




Mata Kuliah : Keperawatan Anak II
Kode mata Kuliah : WAT 3.07
Beban studi : 2 SKS (K)
Penempatan : Semester IV
Pra-syarat : Anak I

A. Deskripsi mata kuliah
Proses pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk belajar aktif, dimana mahasiswa diberikan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan kesempatan mengaplikasikan dan menerapkan konsep yang diperoleh pada mata kuliah keperawatan anak I. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubunngan dengan biopsikososial melalui interaksi dengan pasien dan keluarganya, merencanakan dan melaksanakan tindakan yang tepat pada berbagai tatanan klinik atau situasi nyata.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan kompeten dalam :
1. Mengkaji status kesehatan anak
2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada anak sehat, anak sakit dan bayi risiko tinggi
3. Merencanakan tindakan keperawatan pada anak sehat, anak sakit dan bayi risiko tinggi
4. Melaksanakan tindakan-tindakan khusus keperawatan pada anak sehat, anak sakit.dan bayi resiko tinggi :
a. Melaksanakan bimbingan antisipasi (anticipatory guidance)
b. Mengaplikasikan pendidikan kesehatan pada anak dan orang tua
c. Melaksanakan tindakan hasil kolaborasi: pemberian imunisasi
d. Melaksanakan program bermain sebagai intervensi keperawatan
e.Melaksankan pencegahan infeksi silang
f. Melaksanakan perawatan bayi dengan foto terapi
5. Mengevaluasi asuhan keperawatan pada anak sehat, sakit. Dan bayi resiko tinggi
6. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada anak sehat,anak sakit dan bayi resiko tinggi.


C. Rujukan

Abdurahman Sukadi, dkk, (2002), Perinatologi, FKUP, Bandung.

Ashwill & Droske, (1997), Nursing care Of Children, Principle & Practice, Saunders Co, Philadelphia.

Ball Jane & Blinder Ruth, (2003), Pediatric Nursing caring for Children 3 th
Edition, Pearson Education, Inc, New Jersey.

Betz & Sowden, (2000), Pediatric Nursing Reference 4th edition, St. Louis, Mosby.

Dep.Kes RI., (2000), Program Kesehatan Ibu dan Anak, Jakarta.

__________, (2003), Manajemen Terpadu Balita Sakit, Jakarta

Engel, Joice, Alih Bahasa : Teresa, (1999), Pengkajian Pediatrik, Edisi II, Jakarta EGC.

Morgan. K., (1999), Peditaric Care Plan, St. Louis, Springhouse.

Rosa M. Sacharin, (1996), Prinsip Keperawatan Pediatrik, Edisi II, Jakarta, EGC.

Soetjiningsih, (1998), Tumbuh Kembang Anak, Jakarta, EGC.

Wong, Donna L., (1999), Nursing Care of Infant and Children, St. Louis, Mosby.

Wong, Donna L., (2000), Clinical Manual of Pediatric Nursing, St. Louis, Mosby.
_____________ (2003), Essential of Pediatric Nursing ,6 th edition, St. Louis, Mosby.
_______ _____ (2003), Undang Undang Perlindungan Anak. Jakarta






Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas I
Kode mata Kuliah : WAT 3.04
Beban Studi : 4 SKS (T=2 SKS ; P=2 SKS)
Penempatan : Semester IV
Pra-syarat : KDM

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep dasar obstetrik ginekologi, konsep dasar keperawatan maternitas, asuhan keperawatan ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir dan ibu nifas baik fisiologis maupun patologis, bedah kebidanan, keluarga berencana dalam kontek keluarga, kesehatan perempuan pada masa subur sampai dengan masa menopause dan gangguan system reproduksi.
Pengalaman belajar diberikan melalui kuliah, penugasan dan praktikum di laboratorium.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah, mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep dasar obstetric ginekologi.
2. Menjelaskan Konsep dasar keperawatan maternitas.
3. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu hamil normal & komplikasi.
4. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu bersalin.
5. Memahami konsep asuhan keperawatan bayi baru lahir.
6. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu nifas fisiologis & komplikasi.
7. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu dengan bedah kebidanan.
8. Menjelaskan keluarga berencana.
9. Memahami konsep asuhan keperawatan ibu dengan gangguan system reproduksi.

C.Garis Besar MataKuliah
1. Perspektif keperawatan maternitas:
a.Issue dan trend keperawatan maternitas.
b.Falsafah Keperawatan maternitas.
a.Peran & fungsi perawat.
2. Konsep obstetric dan ginekologi.
3. Asuhan keperawatan ibu hamil fisiologis/normal :
a..Adaptasi fisiologis pada kehamilan.
b.Adaptasi psikologis pada kehamilan.
c..Masalah-masalah yang lazim terjadi pada ibu hamil.
d.Rencana keperawatan pada ibu hamil.
e.Tindakan-tindakan keperawatan pada ibu hamil.
4. Asuhan keperawatan ibu hamil resiko tinggi dan penyakit yang menyertai.
5. Asuhan keperawatan ibu melahirkan :
a. Adaptasi fisiologis pada persalinan
b. Adaptasi psikologis pada persalinan.
c. Masalah-masalah yang lazim terjadi pada ibu melahirkan.
d. Rencana keperawatan pada ibu melahirkan.
e..Tindakan-tindakan keperawatan pada ibu melahirkan.
6. Asuhan keperawatan ibu nifas normal :
a.Adaptasi fisiologis pada kehamilan
b.Adaptasi psikologis pada kehamilan.
c.Masalah-masalah yang lazim terjadi pada ibu hamil.
d.Rencana keperawatan pada ibu hamil.
e.Tindakan-tindakan keperawatan pada ibu hamil.
7. Asuhan keperawatan ibu nifas dengan komplikasi yang lazim terjadi
8. Asuhan keperawatan bayi baru lahir.
9. Asuhan Keperawatan ibu dengan gangguan system reproduksi yang lazim terjadi.
10. Konsep Keluarga berencana.

D. Rujukan

Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan, FK UNPAD, (1983), Obstetri Fisiologi, Bandung.

Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan, FK UNPAD, (1983), Ilmu Kebidanan, Bandung.

Bobak Jensen, Zalar, (2002), Maternity and Gynaecological Care, St. Louis, Baltimore, Toronto, The C.V. Mosby Co.

Butranescu, Glebnda Fregia, Deligth Mocas Tilltson, (2000), Maternity Nursing Theory to Practice, New York, Awiley Medical, john Willey and Sons.

Doengoes, Marylin, (1991), Nursing care Plans for Maternity, C.V. Mosby.

Hanifah, W., (1991), Ilmu Kebidanan, Bagian Kebidanan FKUI – RSCM, Jakarta, Yayasan Bina Pustaka.

Hamilton, P., Mary, (1995), Dasar – Dasar Keperawatan Maternitas, Jakarta, ECG.

Lowdermilk, D.L. & Perry Shannon E, (2003), Maternity Nursing, 6th edition, St. Louis, Mosby.

Pilliteri, Adele, (2003), Maternal & Child Health Nursing : Care of The Childbearing & Childrearing Family, 4th edition, Philadelphia, Lippincott Williams & wilkins.











Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah III
Kode Mata Kuliah : WAT 3.09
Beban Studi : 4 SKS ( T = 2 ; P = 2 )
Penempatan : Semester IV

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata ajaran ini membahas tentang masalah kesehatan yang lazim terjadi pada usia dewasa, akut, maupun kronik yang meliputi gangguan fungsi tubuh mencakup gangguan sistem Persyarafan, Endokrin, Perkemihan dan Muskuloskletal , Imunitas dan Integumen oleh karena berbagai penyebab patologis seperti peradangan/infeksi, kongenital, neoplasma, trauma dan degeneratif. Proses pembelajaran difokuskan pada diskusi dan ceramah di kelas dan pengalaman praktikum di laboratorium dan klinik. Penugasan individu dan kelompok seperti menyajikan materi dalam bentuk seminar dan membuat pelaporan tentang praktikum di laboratorium dan klinik akan melengkapi pengalaman mahasiswa dalam mencapai kompetensi mahasiswa.

B. Tujuan Mata Kuliah
Setelah menyelesaikan mata ajaran ini peserta didik mampu :
1 Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem persyarafan akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma, degenerasi dan trauma
b. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem endokrin akibat peradangan/infeksi, degenerasi, genetik-idiopatik dan neoplasma yang akan menyebabkan penurunan atau peningkatan sekresi kelenjar endokrin
c. Memahami asuhan keperawatan pasien gangguan sistem perkemihan akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma, obstruksi dan trauma
d. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem muskuloskletal akibat proses peradangan/infeksi, neoplasma, degeneratif dan trauma
e. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem immunitas akibat faktor genetik-idiopatik
f. Memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem integumen akibat proses perangan/infeksi, reaksi alergi, dan trauma
g. Memahami asuhan keperawatan pasien Pre dan post operatif gangguan sistem persarafan, endokrin , perkemihan, muskuloskletal, imunitas dan integumen.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pada sistem persyarafan akibat,
(a). Proses peradangan/infeksi : Meningitis, Enchepalitis, Poliomielitis, Tetanus
(b). Neoplasma : Tumor Otak, Tumor Medula Spinalis
(c). Trauma : Trauma Kepala , Trauma Medula Spinalis
(d). Degeneratif : Mielopathi
2. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pada sistem
Endokrin akibat berbagai kondisi patologis yang menyebabkan :
(a). Peningkatan Sekresi Hormon kelenjar Endokrin : Hiperpituitarisme, Hipertiroidisme, hiperparatiroidisme dan Hiperadrenalisme
(b). Penurunan sekresi Hormon kelenjar Endokrin : Hipopituitarisme, hipotiroidisme, hipoparatiroidisme hipoadrenalisme dan Diabetes melitus
(c). Hipertropi kelenjar : Struma Endemik
3. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem perkemihan akibat :
(a). Proses peradangan/infeksi : Uretro-cistitis, Pielonepritis,
dan Glomerulonepritis
(b). Neoplasma : Tumor Ginjal, Tumor Vesika Urinaria
1) Obstruksi : Ureterolithiasis, Neprolithiasis
2) Trauma : Trauma Ginjal, Trauma Vesika Urinaria
3) Penurunan Fungsi Ginjal : Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronik
4. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem Muskuloskletal akibat,
(a). Proses peradangan/infeksi : Osteomielitis, Rheumatoid Artritis, Gout
(b). Neoplasma : Karsinoma Tulang
(c). Trauma : Fraktur, Dislokasi
(d). Degenerasi : Osteoporosis
5. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem immunitas akibat,
(a). Reaksi Alergi : Urtikaria, Steven Johnson
(b). HIV-AIDS

6. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem integumen akibat,
(a). Proses peradangan/infeksi : Dermatitis
(b). Trauma : Luka Bakar
7. Asuhan keperawatan pasien Pre dan Post Operatif sistem
persarafan, endokrin, perkemihan, muskuloskletal, immunitas dan integumen.
8. Tindakan Prosedural Keperawatan pada ,
a. Gangguan sistem Persarafan :
1) Bladder training
2) Bowel training
3) Evakuasi fecal
4) Latihan ROM
5) Perawatan pasien gangguan kesadaran
6) Perawatan luka Kraniotomi
b. Gangguan Sistem Endokrin
(a). Pendidikan kesehatan
 pada pasien dengan subsitusi hormonal
 pada pasien Diabetes melitus
(b). Penyuntikan Insulin
(c). Perawatan luka ganggren
c. Gangguan Sistem Perkemihan
(a). Kateterisasi Urin
(b). Vulva Higiene
(c). Perawatan Neprostomi
(d). Pendidikan kesehatan pada pasien GGK dan hemodialisa
(e). Pengelolaan Kolik Ureter
d. Sistem Muskuloskletal
(a). Perawatan pasien dengan traksi
(b). Perawatan pasien dengan gips
(c). Perawatan luka


e. Sistem Immunitas
(a). Perawatan di ruang Isolasi
(b). Pendidikan kesehatan
f. Sistem Integumen
(a). Kompres basah dan kering
(b). Perawatan luka bakar
(c). Pendidikan kesehatan
9. Tindakan Pre operatif dan post operatif pada gangguan sistem persarafan, endokrin, perkemihan, muskuloskletal, immunitas dan integument:
(a). Penkes tindakan operatif
(b). Tindakan kolaboratif persiapan operasi
(c). Monitoring post operatif
(d). Pengangkatan jahitan

D. Rujukan
Brunner and Suddarth,s (1996), Textbook of Medical – Surgical Nursing, Eight Edition, Philadelphia : JB. Lippincott Company

Donna D., Marilyn V., (1991), Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach Philadelphia, WB Sounders Company

Long, Barbara C., (1992), Medical Surgical Nursing, Toronto, CV Mosby Company

Luckman and Sorensen, (1993), Medical Surgical Nursing, A. Psychophysiologie Approach. Tokyo : WB Saunders, Co.

Peter C., Hayer & Thomas, Diagnostik & Terapi, EGC Jakarta

Purnawan Junardi, dkk., Kapita Selekta Kedokteran, Media Ausculapius, Jakarta

R. Syamsuhidayat. Wim de Jong , (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, Cetakan 1 : Jakarta EGC.

Syaifulloh Noor, (1996), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi Ketiga : Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Schwatz St Shires GT : Spencer, TC , (1989). Principles of Surgery 5 th ed. , New York



Mata Kuliah : Keperawatan Kesehatan Jiwa I
Kode Mata Kuliah : WAT 3.02
Beban Studi : 4 SKS ( T=2, P=2)
Penempatan : Semester III
Prasyarat : Psikologi, Sosiologi, KDK, KDM, KMB I, II.


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini membahas tentang konsep kesehatan jiwa, konsep keperawatan kesehatan jiwa, masalah kesehatan jiwa dalam rentang sehat jiwa sampai gangguan kesehatan jiwa, dan penekanannya pada upaya pencegahan primer, sekunder dan tertier kesehatan jiwa. Ditujukan pada Pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan melalui komunikasi teurapeutik serta menggunakan berbagai terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa.
Pengalaman belajar diperoleh melalui pengalaman belajar ceramah, penelaahan kasus, simulasi, role play, praktik laboratorium, praktik klinik, praktik lapangan dan penugasan perorangan maupun kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan klinis mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan jiwa di tatanan pelayanan kesehatan

B. Tujuan Mata Kuliah
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa dapat :
1. Mengidentifikasi konsep dasar asuhan keperawatan pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
2. Mengaplikasikan konsep dan prinsip nilai, moral, etika, kultur dan hukum dalam asuhan keperawatan pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
3. Mengaplikasikan pengkajian pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
4. Menggunakan kemampuan berpikir kritis dalam memformulasikan diagnosa keperawatan pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
5. Membuat perencanaan keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
6. Melaksanakan komunikasi terapeutik pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
7. Mengaplikasikan berbagai manajemen stres pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
8. Melakukan psikoterapi suportif, pendidikan kesehatan pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
9. Melakukan kolaboratif dalam tindakan terapi somatik (psikofarmaka, ECT ) dan kegawat daruratan psikiatrik pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
10. Melaksanakan terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
11. Melakukan evaluasi keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
12. Melakukan dokumentasi keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial dan pasien gangguan kesehatan jiwa

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep Dasar Kesehatan Jiwa
(a). Pengertian kesehatan jiwa
(b). Pengertian keperawatan kesehatan jiwa
(c). Perkembangan keperawatan kesehatan jiwa
(d). Model konseptual keperawatan kesehatan jiwa
(e). Model stres adaptasi
2. Penggolongan diagnosis gangguan jiwa
3. Komunikasi teurapeutik
4. Proses Keperawatan kesehatan Jiwa
5. Program Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia
6. Keperawatan masalah psikososial
(a). Askep pada pasien kehilangan/ berduka
(b). Askep pada pasien penyakit kronis Askep pada pasien penyakit
(c). terminal

(d). Askep pada pasien krisis dan kecemasan
(e). Askep pada pasien askep gangguan konsep diri
7. Terapi Modalitas keperawatan Kesehatan jiwa
8. Terapi somatik (psikofarmaka dan ECT)
9. Psikoterapi suportif

D. Rujukan.
Barry, Patricia D (1996), Psychosocial Nursing Care of Physically III Patients and Their Families 3 Ed., Philadelphia, Lippincot Raven

Carpenito, Linda Juall (1995), Buku Saku Diagnosa Keperawatan (ed.Indonesia), Jakarta EGC

Keliat B.A., dkk (1998), Keperawatan Kesehatan Jiwa, Jakarta EGC

Keliat B.A., (1997), Gangguan Koping, citra tubuh dan seksual pada Pasien/Pasien kanker (ed.Indonesia), Jakarta, EGC

Mc.Farland, G.Thomas M.D. (1991), Psychiatric Mental Health : Nursing Aplication of The Nursing Process, Philadelphia, JB Lippincot

Rawlins, R.P. Williams, S.R.Beck, C.K. (1993), mental health Psychiatric Nursing ; a holistic life cycle approach, 3 ed., St.Louis, Mosby Year Book

Stuart G.W. dan L. J Sundeen (1995), Psinciples and Practice of Psychiatric Nursing, St.Louis, Mosby Year Book.

----------------------------------(1995), Buku Saku Keperawatan Jiwa (ed.Indonesia)




















TAHUN III

A. SEMESTER V
KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K/L
WAT 4.07 Riset Keperawatan 2 1 1 -
WAT 3.06 Keperawatan Jiwa II 2 - - 2
WAT 3.08 Keperawatan Maternitas II 2 - - 2
WAT 3.10 Keperawatan Komunitas I 3 2 1 -
WAT 3.05 Keperawatan Medikal
Bedah IV 3 - - 3
Jumlah Kredit Semester 12 3 2 7



B. SEMESTER VI

KODE MK MATA KULIAH BOBOT SKS T P K/L
WAT 3.11 Keperawatan Keluarga 2 1 - 1
WAT 3.12 Keperawatan Gerontik 2 1 - 1
WAT 3.14 Keperawatan Komunitas II 3 - - 3
WAT 3.15 Keperawatan Kegawatdaruratan 2 1 - 1
Jumlah Kredit Semester 9 3 - 6





Mata Kuliah : Riset Keperawatan
Kode Mata Kuliah : WAT 4. 07
Beban Studi : 2 SKS (T = 1 P = 1)
Penempatan : Semester V


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep dasar penelitian Keperawatan, proses penelitian keperawatan yang mencakup penyusunan proposal, melaksanakan penelitian deskriptif dan mengkomunikasikan hasil penelitian. Proses pembelajaran menekankan pada dicapainya pemahaman mahasiswa tentang konsep penelitian dan perkembangan keperawatan serta melakukan penelitian deskriptif. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, diskusi, penugasan dan praktika.
B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah mahasiswa mampu :
1. Mengidentifikasi masalah penelitian keperawatan
2. Menuliskan tujuan umum dan tujuan khusus penelitian keperawatan
3. Mengidentifikasi variabel penelitian keperawatan
4. Menetapkan hipotesa penelitian keperawatan
5. Membuat definisi operasional dari tiap variabel
6. Menentukan desain penelitian keperawatan
7. Menentukan populasi dan sample penelitian keperawatan
8. Memilih buku sumber yang relevan dengan penelitian keperawatan
9. Menuliskan kepustakaan sesuai dengan literature
10. Menyusun proposal penelitian
11. Melakukan penelitian keperawatan dengan rancangan deskriptif

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Hakekat penelitian keperawatan
2. Penelitian keperawatan dan perkembangan keperawatan
3. Sistematika penyusunan proposal
4. Perumusan masalah penelitian
5. Tehnik penelusuran kepustakaan
6. Kerangka konsep, variabel, hiporetis, definisi operasional
7. Jenis dan disain penelitian
8. Populasi dan sample
9. Tehnik pengumpulan data dan pengukuran
10. Manajemen data dan analisa data
11. Pelaksanaan penelitian deskriptif
12. Penulisan laporan penelitian

D. Rujukan
Burns, N. Grove SK (1993), The Practice Nursing Riesearch, Second Edition, WB Saunder Company
Polit DF Hungler BP, (1999). Nursing Researh :Principle and Methode, JB Lippincot Co : Philadelphia.
Praktiknya AW (1993). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Singarimbun M, Sofian E, (1995). Metode Penelitian Survey. Pustaka LP3ES Indonesia, Jakarta.
Singrimbun M, Sofian E, (1995). Metode Penelitian Survey. Pustaka LP3ES Indonesia, Jakarta.
Talbot LA, (1995). Principle and Practice Of Nursing Practice, Mosby Years Book. Inc. St. Louis Missouri.




Mata Kuliah : Keperawatan Kesehatan Jiwa II
Kode Mata Kuliah : WAT 3. 06
Beban Studi : 2 SKS ( K )
Penempatan : Semester V
Prasyarat : Keperawatan Jiwa I

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini mempraktikkan asuhan keperawatan kesehatan jiwa pada Pasien/Pasien dengan masalah adaptasi biopsikososialspiritual , asuhan keperawatan kesehatan jiwa anak dan remaja, kesehatan jiwa dewasa dan usia lanjut dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan serta menggunakan komunikasi terapeutik dan berbagai terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa.
Pengalaman belajar diperoleh di lahan praktik baik di rumah sakit umum, rumah sakit jiwa, keluarga dan masyarakat dengan metoda diskusi, tanya jawab, confrence, demonstrasi, dan bed side teaching.
B. Tujuan Mata Kuliah

Setelah menyelesaikan mata kuliah, mahasiswa kompeten dalam :
1. Melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan jiwa pada Pasien/Pasien masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa pada kasus:
a Kehilangan dan berduka (amputasi)
b Penyakit kronik (DM, MI, gagal ginjal kronik dengan hemodialisa)
c Penyakit terminal (keganasan)
d Masalah krisis dan kecemasan
e Gangguan konsep diri
f Masalah ekspresi marah/ perilaku kekerasan
g Perilaku merusak diri( bunuh diri), orang lain dan lingkungan
h Gangguan alam perasaan
i Gangguan berhubungan sosial
j Gangguan orientasi realitas
k Gangguan kognitif
l Masalah penggunaan zat adiktif dan NAPZA
2. Melaksanakan terapi Modalitas keperawatan
3. Melaksanakan kolaboratif dalam terapi somatik (Psikofarmaka dan ECT)
4. Melaksanakan psikoterapi suportif
5. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial dan gangguan kesehatan jiwa
C. Garis Besar Mata Kuliah
Kasus-kasus pasien dengan :
1. Kehilangan dan berduka
2. Penyakit kronik (DM, MI, gagal ginjal kronik dengan hemodialisa)
3. Penyakit terminal (keganasan)
4. Masalah kecemasan
5. Gangguan konsep diri
6. Masalah ekspresi marah/ perilaku kekerasan
7. Perilaku merusak diri( bunuh diri), orang lain dan lingkungan
8. Gangguan alam perasaan
9. Gangguan berhubungan sosial
10. Gangguan orientasi realitas
11. Gangguan kognitif
12. Masalah penggunaan zat adiktif dan NAPZA

D. Rujukan
Alfaro,R. 1999. Application of Nursing Process,Step by step Guide. J.B. Lippincontt Company. Philadelphia

Antai-Otong,D.1995, Psychiatric Nursing : Biological and Behavioral Concepts W.B Sauders Company, Philadelphia

Direktorat Kesehatan Jiwa,1998, Petunjuk Teknis Terapi Kelompok Pasien Mental Di RS, Jakarta

Departemen Kesehatan,1993 ,Pedoman Penggolongan DiagnosisGangguan Jiwa III, Jakarta

Fortinash,K.M and Holoday-Worret,P.A, 2005, Psychyatric Nursing Care Plans,Mosby Year Book,St.Louis

Kaplan Dan Saddok,1997, Sinopsis Psychiatry Alih Bahasa Wijaya Kusumah, Bina Aksara Jakarta

Keliat. B.A,1999, Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa,EGC Jakarta

Keltner N,L. et.al,1995, Psychyatric Nursing,Mosby Years Book Inc St. Louis

Kozier,B,et.al, 2000, Fundamental Of Nursing : Concept,Proces St.Louis : Mosby Years Book

Lambert V.A an Lambert C.E,1985, Psychosocial Care of the psisically Ill : What Every Nurse Should Know,New Jerses :Prentice Hall

Lambert V.A an Lambert C.E, 1985, Psychosocial Care of the psisically Ill : What Every Nurse Should Know,New Jerses :Prentice Hall

Maramis W.F,1995, Catatan ilmu kedokteran jiwa, Airlangga University Press, Surabaya

Maslin.R,1999, Diagnosa gangguan jiwa : Rujukan Ringkas Dari PPDGJ III,Jakarta

Stuart GW and Sundeen, 1995, Principle and practice of psychiatric nursing, Alih bahasa Hamid,A. Mosby Company,St.Louis

Tim Direktorat Kesehatan jiwa,2002,Standar Asuhan keperawatan jiwa, Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandung

Varcarolis, E.M,1994, Fundamental Of Psychiatric Mental Health Nursing, W.B. Saunders Company,Philadelphia





Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas II
Kode Mata Kuliah : WAT 3. 08
Beban Studi : 2 SKS (K)
Penempatan : Semester V
Pra-syarat : Maternitas I


A. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dan konsep yang diperoleh dari kuliah keperawatan Maternitas I pada tatanan klinik dengan melakukan asuhan keperawatan langsung pada ibu hamil, melahirkan dengan bayi baru lahir , dan nifas baik fisiologis maupun dengan komplikasi, pasien dengan gangguan system reproduksi serta keluarga berencana. Kegiatan belajar mengajar meliputi : studi kasus.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah, mahasiswa kompeten dalam :
1. Melakukan asuhan keperawatan pada ibu hamil, melahirkan dan nifas
fisiologis.
2. Melakukan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir.
3. Melakukan asuhan keperawatan pada ibu hamil, melahirkan dan nifas
dengan komplikasi dan bedah kebidanan.
4. Melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan reproduksi.
5. Memberikan pelayanan keluarga berencana.

C. Garis Besar Mata Kuliah
Kasus-kasus :
1. Ibu hamil
2. Ibu melahirkan
3. Ibu nifas fisiologis.
4. Bayi baru lahir.
5. Ibu hamil, melahirkan dan nifas dengan komplikasi dan bedah kebidanan.
6. Ibu dengan gangguan reproduksi.
7. Keluarga berencana


D. Rujukan

Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan, FK UNPAD, (1983), Obstetri Fisiologi, Bandung.

Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan, FK UNPAD, (1983), Ilmu Kebidanan, Bandung.

Bobak Jensen, Zalar, (2002), Maternity and Gynaecological Care, St. Louis, Baltimore, Toronto, The C.V. Mosby Co.

Butranescu, Glebnda Fregia, Deligth Mocas Tilltson, (2000), Maternity Nursing Theory to Practice, New York, Awiley Medical, john Willey and Sons.

Doengoes, Marylin, (1991), Nursing care Plans for Maternity, C.V. Mosby.

Hanifah, W., (1991), Ilmu Kebidanan, Bagian Kebidanan FKUI – RSCM, Jakarta, Yayasan Bina Pustaka.

Hamilton, P., Mary, (1995), Dasar – Dasar Keperawatan Maternitas, Jakarta, ECG.

Lowdermilk, D.L. & Perry Shannon E, (2003), Maternity Nursing, 6th edition, St. Louis, Mosby.

Pilliteri, Adele, (2003), Maternal & Child Health Nursing : Care of The Childbearing & Childrearing Family, 4th edition, Philadelphia, Lippincott Williams & wilkins.
Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas I
Kode Mata Kuliah : WAT 3.10
Beban Studi : 3 SKS (T = 2, P=1)
Penempatan : Semester V
Prasyarat : -

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini membahas mengenai konsep tentang komunitas dan kelompok khusus anak sekolah serta kelompok khusus pekerja sebagai unit pelayanan keperawatan. Fokus bahasan dalam mata kuliah ini meliputi konsep komunitas dan kelompok khusus, konsep praktik keperawatan komunitas, lingkup praktik keperawatan komunitas, falsafah keperawatan komunitas, strategi dan pendekatan praktik keperawatan komunitas, serta ilmu kesehatan masyarakat yang menunjang. Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, diskusi, praktikum.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini, mahasiswa mampu :
1. Memahami komunitas dan kelompok khusus sebagai unit sasaran praktik keperawatan komunitas
2. Memahami berbagai faktor yang mempengaruhi status kesehatan komunitas dan kelompok khusus
3. Mensintesa/mengintegrasikan ilmu kesehatan masyarakat kedalam praktik keperawatan komunitas dan kelompok khusus
4. Memahami konsep, prinsip dan persfektif asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus
5. Membangun kerjasama lintas sektor dan kerja di dalam tim
6. Melakukan pengkajian keperawatan komunitas dan kelompok khusus
7. Merumuskan diagnosa keperawatan komunitas dan kelompok khusus
8. Membuat perencanaan keperawatan komunitas dan kelompok khusus
9. Melaksanakan berbagai intervensi keperawatan komunitas dan kelompok khusus
10. Mengevaluasi asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus
11. Mendokumentasikan asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus
12. Mengaplikasikan strategi promosi kesehatan, kemitraan, pemberdayaan komunitas, pengorganisasian komunitas dalam praktik keperawatan komunitas.
13. Menerapkan konsep dan prinsip Keselamatan dan kesehatan kerja dalam melakukan praktik keperawatan pada kelompok khusus pekerja.

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep komunitas dan kelompok khusus serta berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan.
2. Konsep keperawatan komunitas dan kelompok khusus
3. Biostatistik dan penggunaanya dalam praktik keperawatan komunitas dan kelompok
4. Epidemiologi dan penggunaannya dalam praktik keperawatan komunitas
5. Demografi dan penggunaanya dalam praktik keperawatan komunitas dan kelompok khusus
6. Kesehatan lingkungan
7. Kesehatan kerja dan Keperawatan kesehatan kerja
8. Kesehatan kelompok anak sekolah dan UKS
9. Konseptual model dalam praktik keperawatan kesehatan komunitas
10. Pengkajian komunitas dan kelompok khusus
11. Diagnosa keperawatan komunitas
12. Perencanaan keperawatan komunitas dan kelompok khusus
13. Berbagai Intervensi keperawatan komunitas dan kelompok khusus
14. Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat
15. Pemberdayaan komunitas
16. Konsep kerja tim
17. Evaluasi asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus
18. Berbagai kebijakan pemerintah dibidang kesehatan dan sektor lain yang terkait dengan praktik keperawatan komunitas dan kelompok khusus.

D. Rujukan
Allender, Judith Ann & Spradly, Barbara Walton, (2001), Community Health Nursing: Conceps and practice, Lippincott

Ansersons, Elizabeth T & Judith M. Mc Forlane (1988) Community As Client Applicationt of Th E Nursing Process. JB. Lippincott Co. Philadelphia

Ervin, Naomi, E. (2002), Advanced Community Health Nursing practice, Population Focused Care. Prentice Hall, New Jersey.

Helvie, Carl O, (1998),Advanced Practice Nursing in The Community. SAGE Publication. New Delhi.

Logan, Barbara Bryan & Cecilia E Dawkins (1986). Family Centered Nursing in The Community, Addison Wesley publishing company California

Lucas, David & Paul Meyer, Beginning Population Studies. National Centre for Development Studies, the Australian National University : Australia

Murray, Anne Mc., (1993) Community Health Nursing Primary Health Care in Practice, Second edition, Churchill living Stine : Melbourne

Pagano, Marcello & Kimberlee Gauvreau, (1993) Principle of Biostatistic. Cuxburg on Imprint of Wadsworth Publ. Co. Belmont: California

Swanson, Janice M. & Mary A Nies (1997) Community Health Nursing Promoting The Health of Aggregates, Second Edition, WB Saunders Co. Philadelphia.
Stanhope M & Lanster Jeanette (1996) Community Health Nursing 4Th Edition Mosby Years Book Inc. : London

Smith, Claudia M & Maurer France A (1995) : Community Health Nursing : Theory and Practice, W.B. Saunders Company








Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah IV
Kode Mata Kuliah : WAT.3.13
Beban Studi : 3 SKS ( K )
Penempatan : Semester V
Prasyarat : KMB III


A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa mempraktekkan teori dan konsep yang telah dipelajari di kelas dan di laboratorium . Pembelajaran di klinik difokuskan pada pengalaman belajar dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem persarafan, endokrin , perkemihan, muskuloskletal, imunitas dan integumen. Kegiatan belajar mengajar meliputi metoda bed side teaching, briefing ( Pre dan post conference ) , case conference, “ nursing round “. Evaluasi pencapaian kompetensi melalui ujian kompetensi .

B. Tujuan Mata Kuliah
Setelah menyelesaikan mata ajaran ini peserta didik kompeten dalam :
1. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan
sistem persarafan
2. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem endokrin
3. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem perkemihan
4. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem muskuloskletal.
5. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem immunitas
6. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem integumen
7. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien pre dan post operatif gangguan sistem persarafan, endokrin, perkemihan, muskuloskletal, immunitas dan integumen



D. Rujukan.
Brunner and Suddarth,s (1996), Textbook of Medical – Surgical Nursing, Eight Edition, Philadelphia : JB. Lippincott Company

Donna D., Marilyn V., (1991), Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach Philadelphia, WB Sounders Company

Long, Barbara C., (1992), Medical Surgical Nursing, Toronto, CV Mosby Company

Luckman and Sorensen, (1993), Medical Surgical Nursing, A. Psychophysiologie Approach. Tokyo : WB Saunders, Co.

R. Syamsuhidayat. Wim de Jong , (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, Cetakan 1 : Jakarta EGC.

Syaifulloh Noor, (1996), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi Ketiga : Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Schwatz St Shires GT : Spencer, TC , (1989). Principles of Surgery 5 th ed. , New York

Peter C., Hayer & Thomas, Diagnostik & Terapi, EGC Jakarta

Purnawan Junardi, dkk., Kapita Selekta Kedokteran, Media Auculapiks, Jakarta











Mata Kuliah : Keperawatan Keluarga
Kode Mata Kuliah : WAT 3.11
Beban Studi : 2 SKS (T = 1, K = 1)
Penempatan : Semester VI
Prasyarat : Promosi Kesehatan

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini membahas mengenai asuhan keperawatan keluarga yang dilandasi oleh konsep konsep yang terkait dengan keluarga . Fokus yang dibahas dalam mata kuliah ini adalah kosep keluarga , asuhan keperawatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses .Kegiatan belajar dilakukan melalui kuliah, diskusi dan pengalaman praktik lapangan.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep keluarga sebagai dasar dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga
2. Melakukan pengkajian keluarga
3. Merumuskan dan menetapkan diagnosa keperawatan keluarga
4. Membuat perencanaan keperawatan keluarga
5. Melakukan intervensi keperawatan keluarga dengan fokus memberdayakan keluarga .
6. Menerapkan keterampilan spesifik dalam melakukan asuhan keperawatan kepada keluarga
7. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan keluarga
8. Mendokumentasikan seluruh proses dan hasil asuhan keperawatan keluarga

C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Persfektif keperawatan keluarga
2. Konsep keluarga
3. Konsep keperawatan keluarga
4. Konseptual model praktik keperawatan keluarga
5. Pengkajian Keluarga
6. Diagnosa keperawatan keluarga
7. Perencanaan asuhan keperawatan keluarga
8. Berbagai Intervensi keperawatan pada asuhan keperawatan keluarga.
9. Strategi dalam implementasi keperawatan keluarga
10. Evalusi asuhan keperawatan keluarga
11. Dokumentasi asuhan keperawatan keluarga.

D. Rujukan
Friedman MF (1998), Family Nursing, Research Theory and Practice 4 th Edition, Appletonj & Large USA

Harmon H, Shirley May & Sherly Thalman B (1996), Family Health Care Nursing – Theory Pracice and Research. F.A. Davis Company Philadelphia

Marrelli, FM & Lynda SH (1987) The Nurse Manager’s Survival Guide-Practical Answers to Everyday Problems, Mosby Year Book Inc. : Philadelphia

Rice Robyn, (1996) Home Health Nursing Practice, Concept and Aplication 2 nd Edition Mosby Co. USA.



Mata Kuliah : Keperawatan Gerontik
Kode Mata Kuliah : WAT 3.12
Beban Studi : 2 SKS (T=1, K=1)
Penempatan : Semester VI

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini membahas konsep lansia dengan segala kompleksitas permasalahannya dan asuhan keperawatan kesehatan lansia dalam rentang sehat sampai sakit. Lingkup asuhan keperawatan meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan dan pemulihan kesehatan gerontik dengan pendekatan proses keperawatan dan pelibatan penuh keluarga serta pemanfaatan sumber sumber yang ada di komunitas.
Proses pembelajaran diarahkan untuk mencapai pemahaman dan ketrampilan dalam asuhan keperawatan pada lansia, meliputi kuliah, dan pengalaman belajar praktik lapangan.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah, mahasiswa mampu:
1. Memahami konsep lanjut usia
2. Memahami konsep keperawatan kesehatan lanjut usia.
3. Memahami konsep penuaan
4. Melaksanakan pengkajian pada lanjut usia
5. Merumuskan diagnosa keperawatn pada lanjut usia
6. Membuat perencanaan asuhan keperawatan pada lanjut usia
7. Melakukan intervensi keperawatan pada lanjut usia baik individu maupun kelompok sehat maupun sakit.
8. Melakukan pelatihan tentang latihan kognitif
9. Membantu mempertahankan ADL pada lansia
10. Membantu memelihara dan memulihkan kesehatan lanjut usia baik fisik,
mental maupun sosial.
11. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada lansia
12. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada lansia.


C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Perspektif keperawatan lanjut usia.
2. Konsep lanjut usia
3. Konsep keperawatan lanjut usia
4. Konsep penuaan
5. Pengkajian lanjut usia
6. Diagnosa keperawatan pada lanjut usia
7. Perencanaan lanjut usia
8. Berbagai tindakan keperawatan yang lazim dilakukan untuk menangani lanjut usia baik sehat maupun sakit.
9. Latihan kognitif pada lanjut usia
10. Mempertahankan kemampuan ADL pada lanjut usia
11. Evaluasi asuhan keperawatan pda lansia
12. Pendokumentasian asuhan keperawatan pad lansia

D. Rujukan
Carol, K.R. & Sue Ann, ……., Adult Health Nursing, A Biopsicho Sosial Approach, Addison-Wesley, Publ. Co., Philadelphia

Dep.Kes. R.I. , (2001), Pedoman pembinaan Kesehatan Usila Bagi Petugas Kesehatan

Dep.Kes.R.I., (2003), pedoman Perawatan Kesehatan Usila di Rumah.

Eliopoulos, Charlotte, (2005), Gerontological Nursing, 6th edition,
Philadelphia, Lippincott Williams & Wilkins.

Lueckenotte Annette, (200), Gerontologic Nursing 2 nd, Mosby Years Book Inc, Philadelphia, St.louis

M.Aniek, (1998), Pengkajian Gerontology , EGC, Jakarta. Nugroho Wahyudi, (2000), Keperawatan Gerontik, EGC, Jakarta

Mace, Nancy L.( 2005 ).Teaching Dementia care Skill and and Understanding. Baltimore : John Hopkins.

Mayer, Brenna H.(Ed), (2002), Better Elder Care : A Nurse’s Guide To Caring For Older Adults, Pennsylvania, Springhuse.



Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas II
Kode Mata Kuliah : WAT 3.14
Beban Studi : 3 SKS ( K=3 )
Penempatan : Semester VI
Prasyarat : Keperawatan Komunitas I
A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menguraikan tentang praktik asuhan keperawatan komunitas di Pusat Kesehatan Masyarakat dan wilayah kerjanya. Praktik meliputi pemberian asuhan keparawatan kepada komunitas dan kelompok khusus yang mencakup kelompok anak sekolah, pekerja . Praktik keperawatan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan menggunakan strategi pemberdayaan komunitas dan kelompok, pengorganisasian dan pengembangan komunitas, kemitraan/partnership, promosi kesehatan, kerja tim serta lintas sektor. Kegiatan belajar meliputi Pre dan post conference, MMD, Case conference.
B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah ini, mahasiswa kompeten dalam:
1. Menerapkan berbagai konsep dan ilmunyang terkait dengan praktik
keperawatan komunitas dan kelompok khusus (anak sekolah, pekerja dan lansia)
2. Berkolaborasi dengan sektor lain dalam memecahkan masalah kesehatan komunitas dan kelompok khusus.
3. Melakukan pengkajian keperawatan komunitas dan kelompok khusus
4. Menegakkan diagnosa keperawatan komunitas dan kelompok khusus berdasarkan analisa data yang akurat
5. Bersama sama komunitas dan kelompok khusus menyusun perencanaan asuhan keperawatan.
6.Melaksanakan intervensi keperawatan pada komunitas dan kelompok
khusus sesuai dengan permasalahan yang ada dengan menggunakan strategi yang sesuai.
6. Melaksanakan skrining kesehatan anak sekolah melalui UKS
7. Memberikan Pendidikan kesehatan pada komunitas dan kelompok khusus.
8. Melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus.
9. Mendokumentasikan proses dan hasil asuhan.
D. Rujukan
Adleder, ja. And Spradley, B.W (2001), Community Health Nursing ; Concept and Practice, Fifth ed, Philadelphia, Lippincott

Anderson, ET, and Farlane, JM (1996), Community as Partner ; Theory abd Practice in Nursing, Philadelphia, Lippincott

Clark, MJ (1992), Nursing in The Community, Connecticut, Applenton & Lange

--------------, (2003), Community Health Nursing Caring for Populations, 4 th edition, New Jersey, Person Education Inc., Upper Saddle.

Ervin, Naomi, E. (2002), Advanced Community Health Nursing practice, Population Focused Care. Prentice Hall, New Jersey.

Helvie, Carl O, (1998),Advanced Practice Nursing in The Community. SAGE Publication. New Delhi.

Freeman, R. and Heinrich, J. (1981), Community Nursing Practice, Philadelphia, WB Saunders

Stanhope, M. and Lancaster, J. (1990), Community Health Nursing, St. Louis, Mosby





Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat
Kode Mata Kuliah : WAT 3.15
Beban Studi : 2 SKS (T=1, K=1)
Penempatan : Semester VI

A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah ini menguraikan tentang konsep kegawat daruratan, penatalaksanaan pasien gawat darurat mencakup bantuan hidup dasar ( Basic Life Support ) dan Bantuan hidup lanjut ( Advanced life support ). Juga akan dibahas tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan berbagai kegawatan yang lazim mencakup semua sistem tubuh dan kegawatan di komunitas yaitu disaster nursing. Pembelajaran di kelas dan praktikum di laboratorium untuk tindakan BCLS dan dilanjutkan di klinik untuk penerapan secara langsung keterampilan yang sudah dilatih di laboratorium.

B. Tujuan Mata Kuliah
Pada akhir mata kuliah, mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep dan prinsip kegawatdaruratan
2. Memahami konsep pertolongan pasien gawat darurat mencakup Bantuan Hidup dasar dan lanjutan
3. Menerapkan konsep dan prinsip gawat darurat dalam pertolongan pasien pada berbagai kondisi dan tingkat usia
4. Melaksanakan pengkajian Air way, breathing dan circulation pada pasien gawat darurat
5. Melaksanakan pembebasan jalan napas
6. Melaksanakan pernapasan buatan pada pasien dengan henti napas
7. Melaksanakan resusitasi jantung paru pada pasien henti napas dan henti jantung
8. Memahami asuhan keperawatan pada pasien gawat darurat bidang medikal bedah, bidang anak, bidang obstetri, bidang psikhiatri dan bidang komunitas ( disaster nursing ).
9. Memahami penanganan korban bencana missal




C. Garis Besar Mata Kuliah
1. Konsep dasar penanganan pasien gawat darurat
2. Pengkajian Airway, Breathing dan circulation
3. Pembebasan Jalan Napas
4. Pemberian Napas Buatan
5. Resusitasi Jantung Paru
6. Asuhan Keperawatan pasien dengan kegawatan bidang medikal bedah
akibat :
a. Gangguan pernapasan: Respriratory distress, Asthma, Edema Paru.
b. Gangguan Cardiovaskuler : Akut Miocard Infark, Schok
c. Gangguan pencernaan : akute abdomen, keracunan.
d. Gangguan Endokrin : hipogikemi, diabetik ketoasidosis, thiroid krisis.
e. Gangguan saraf : stroke, trauma kepala dan medulla spinalis.
f. Gangguan Muskuloskeletal : Fraktur , dislokasi.
g. Gangguan Integumen : Luka bakar, gigitan binatang.
7. Asuhan keperawatan pasien dengan kegawatan bidang Obsteri ginekologi akibat:
a. Eklamsi
b. Perdarahan
8. Asuhan keperawatan pasien dengan kegawatan bidang Anak akibat :
a. Kejang demam
b. Aspiksia
c. Kesedak
9. Asuhan keperawatan pasien dengan kegawatan bidang psikhiatri
akibat Tentamen suicide
10. Asuhan keperawatan pasien dengan kegawatan bidang komunitas akibat :
a. Bencana Alam
b. Kejadian Luar biasa
D. Rujukan
American National Red Cross , (1973), First Aid and Emergency Care, , USA : American National Red Cross.

Caroline Nancy L , (1998), Emergency Care in The Street, Boston : Little Brown & Son Co.

Lanros. Nedel E. , (1997), Emergency Nursing, USA : Appleton & Large

Selfridge, Thomas, Judy, (1995), Manual of Emergency Nursing, USA : WB Saunder Co.

St. John Ambulance , (1998), First Aid Safety Oriented, Canada ; St. John Priory of Canada Properties.




BAB VII
PEDOMAN IMPLEMENTASI

A. BEBAN DAN LAMA STUDI
Penyusunan kurikulum ini mengacu pada KepMendiknas RI No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan KepMendiknas 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Program Pendidikan Diploma III Keperawatan memiliki lama studi 6 semester dengan batas maksimal 10 semester. Kurikulum terdiri dari kurikulum inti sebesar 96 SKS dan kurikulum institusional 14-24 SKS. Kurikulum inti terdiri dari teori 42 SKS (44 %), praktikum dan klinik 56 SKS ( 56 %). Kurikulum Institusional dikembangkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas institusi yang bersangkutan..

B. PENGALAMAN BELAJAR
Pengalaman belajar meliputi teori ( T ), praktikum ( P ) dan klinik (K) atau lapangan (L). Satuan kredit semester selanjutnya disingkat SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum atau 4 jam kerja lapangan .

Kegiatan praktikum dilaksanakan di laboratorium kelas atau klinik dengan menggunakan metode simulasi, demonstrasi, role play dan bedside teaching. Kegiatan pembelajaran klinik atau lapangan dilaksanakan langsung di lahan praktek dengan metoda bedside teaching, conference( konferensi ) dan nursing round.( ronde keperawatan ). Pengalaman belajar praktikum merupakan prasyarat pengalaman belajar klinik, dimana mahasiswa melaksanakan praktek di laboratorium terlebih dahulu dibawah bimbingan dosen untuk selanjutnya belajar di klinik dibawah bimbingan instruktur klinik dan dosen. .

C. LAHAN PRAKTEK
Lahan praktek yang digunakan mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa Diploma III Keperawatan dengan kriteria sebagai berikut :
a. Ketersediaan kasus yang mendukung pembelajaran
b. Memiliki Instruktur klinik yang memenuhi kriteria
Lahan praktek yang dapat digunakan meliputi rumah sakit umum kelas A,B dan C, rumah sakit khusus, puskesmas, panti asuhan, panti wredha , keluarga dan masyarakat. dan kelompok khusus

D. EVALUASI HASIL BELAJAR
Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna menilai sejauh mana kompetensi telah dicapai atau dikuasai oleh mahasiswa sebagai hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai dari setiap mata kuliah dan penilaian pencapaian kompetensi. Evaluasi hasil belajar dari setiap mata kuliah mencakup evaluasi formatif dan sumatif.. Evaluasi pencapaian kompetensi dilakukan setelah keseluruhan kegiatan belajar dilaksanakan untuk kompetensi yang diharapkan.

Evaluasi pencapaian kompetensi menggunakan Pedoman Penilaian Pencapaian Kompetensi dan dengan menggunakan pendekatan OSCE (Objective Structure Competencies Evaluation ) dan CPX (Clinical Practice Examination) baik teori maupun keterampilan yang terintegrasi di kelas , di laboratorium dan lahan praktek. OSCE adalah suatu penilaian yang terstruktur dari kompetensi yang telah dikuasai oleh mahasiswa, terutama digunakan untuk evaluasi formatif. Metoda ini membantu dosen dalam membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam belajar secara individual. CPX yaitu suatu metode penilaian untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan pengelolaan kasus yang dipresentasikan, dan digunakan sebagai evaluasi sumatif. Metoda ini membantu dosen untuk mengarahkan pencapaian kurikulum..

E. TENAGA PENDIDIK
Tenaga pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.



Tenaga pendidik terdiri atas dosen dan instruktur klinik
1. Dosen
Dosen adalah seseorang yang berdasarkan pendidikan dan keahliannya diangkat sebagai dosen dengan tugas melaksanakan tri darma perguruan tinggi . Dosen terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. Dosen tetap adalah dosen yang diangkat sebagai tenaga pendidik tetap pada insitusi yang bersangkutan. Dosen tidak tetap adalah dosen tamu pada insitusi yang bersangkutan. Jumlah dosen menurut KepMenkesSos No 43/Menkes-Kesos/SK/1/2001 adalah 1 : 7-12 mahasiswa. Kualifikasi akademik minimum dosen berdasarkan UU RI N0.14 Tahun 2005 adalah seorang lulusan program magister.
Untuk pendidikan keperawatan, kualifikasi tambahan adalah :
a. Latar belakang pendidikan keperawatan
b. Memiliki sertifikat AKTA IV/Pekerti/AA ( Applied Approach)
c. Pengalaman bekerja di lahan praktek minimal 2 tahun

2. Instruktur klinik
Instruktur adalah tenaga pendidik yang berasal dari lahan praktek yang bertugas untuk membantu pencapaian tujuan belajar mahasiswa. Instruktur klinik memiliki kualifikasi sebagai berikut :
a. Pendidikan minimal DIII Keperawatan
b. Memiliki sertifikat instruktur klinik atau AKTA III/IV
c. Pengalaman kerja di bidangnya minimal 3 tahun

G. YUDISIUM DAN WISUDA
Yudisium adalah penetapan kelulusan akhir studi mahasiwa pada program
D III Keperawatan. Predikat kelulusan terdiri dari tiga ( 3 ) tingkat, yaitu : memuaskan, sangat memuaskan, dan dengan pujian. IPK sebagai dasar penentuan predikat kelulusan program Diploma adalah
IPK : 2,00 – 2,75 : memuaskan
IPK : 2,76 – 3,50 : sangat memuaskan
IPK : 3.51 – 4,00 : dengan pujian.

H. IJAZAH DAN TRANSKRIP
Ijasah adalah surat berharga yang diberikan oleh institusi sesuai aturan yang berlaku bagi mahasiswa yang telah menyelesaian pendidikan dan dinyatakan lulus.

Transkrip adalah laporan hasil prestasi belajar mahasiswa yang dinyatakan dalam bentuk nilai dari tiap mata kuliah selama proses pembelajaran dan dikeluarkan secara resmi oleh institusi pendidikan serta ditandatangani oleh pimpinan insitusi pendidikan yang bersangkutan.

Sertifikat kompetensi adalah surat berharga yang diberikan oleh institusi bagi mahasiswa yang telah mencapai kompetensi yang diharapkan.


PENUTUP


Keberhasilan Penyelenggaraan proses pembelajaran dengan menggunakan kurikulum pendidikan Diploma III Keperawatan sangat tergantung kepada perencanaan program yang akurat, pelaksanaan yang berkualitas dan penilaian yang berkesinambungan secara priodik.

Implementasi kurikulum ini diperlukan penjabaran lebih rinci dengan mengacu kepada tujuan pendidikan dan kompetensi yang telah ditetapkan. Untuk mendapatkan lulusan yang berkualitas maka perlu pengaturan pengajaran yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang didukung oleh dosen berdasarkan keahlian dalam bidangnya masing-masing.

Pendekatan proses pembelajaran diwajibkan menggunakan pendekatan berdasarkan kompetensi. Untuk pencapaian kompetensi ini diperlukan suatu penilaian yang terus menerus berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki.

Akhirnya keberhasilan penerapan kurikulum ini sangat tergantung pada pengelolaan pendidikan secara profesional, dosen yang berkualitas, dukungan sarana prasarana yang memadai serta tersedianya lahan praktik sesuai tuntutan kompetensi.

2 komentar:

dita_thefirstpentium mengatakan...

thannnkssss

Anonim mengatakan...

trimakasih atas informasinya, kalau saya minta kurikulum yang S 1 Keperawatan ada ngk ya